Hernanes Kembali untuk Lukai Lazio

Hernanes Kembali untuk Lukai Lazio

Roma - Sepasang gol dari mantan bintang Lazio Hernanes membawa Inter Milan mengalahkan bekas klubnya itu dengan skor 2-1 pada pertandingan Liga Italia yang diwarnai sejumlah insiden pada Senin (11/5/2015) WIB, di mana tuan rumah harus kehilangan dua pemain karena mendapat kartu merah dan Inter gagal mengonversi penalti.

Pemain asal Brazil Hernanes menghabiskan tiga setengah tahun di Lazio dan mengklaim dirinya menangis saat ia dijual ke Inter Januari silam.

Namun ia membuat murka para penggemar tuan rumah di Roma ketika ia merayakan gol penyama kedudukannya pada menit ke-26 melalui gerakan salto, hanya beberapa detik setelah bek Mauricio diusir keluar lapangan karena menarik Rodrigo Palacio ketika ia sedang melaju ke gawang.

"Ini merupakan pertandingan yang sangat penting bagi saya, saya merupakan pemain yang lebih baik dibanding saat saya berada di Lazio dan saya ingin memperlihatkannya," kata Hernanes.

"(Ketua Lazio Claudio) Lotito terlalu banyak bicara, mengatakan bahwa ia melakukan sedikit bisnis yang hebat saat menjual saya. Itu untuk dia." Untuk menambah penderitaan, pemain 29 tahun ini berlari mengejar operan Palacio dan mencetak gol penentu kemenangan tujuh menit sebelum pertandingan usai untuk membawa Inter mengoleksi 52 angka, hanya terpaut tiga angka dari zona Liga Europa.

Pasukan Stefano Pioli, yang membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui sepakan berkelas Antonio Candreva setelah Felipe Anderson melakukan pergerakan bagus di sisi kiri, tetap menghuni peringkat ketiga dengan 63 angka, terpaut satu angka dari rival sekota AS Roma setelah pertandingan di mana mereka harus tampil dengan sepuluh pemain setelah bergulir 25 menit.

Mereka kemudian harus tampil dengan sembilan pemain pada menit ke-60 ketika kiper Federico Marcheti menjatuhkan Mauro Icardi, ketika ia berupaya membawa Inter memimpin.

Penalti lemah Icardi dengan mudah digagalkan kiper cadangan Etrit Berisha, yang memicu harapan meraih satu angka, namun Hernanes menghancurkan mereka dengan penyelesaian mulusnya.

"Sangat sulit untuk tetap tenang setelah situasi seperti ini," kata direktur olahraga Lazio Igli Tare kepada Sky Sport Italia.

"Mencapai pertandingan penting seperti ini merupakan ambisi-ambisi kami, bekerja sepanjang tahun dan ini ditentukan oleh sekelompok ofisial yang benar-benar sulit untuk dibela." "Hasil ini dan cara terjadinya dapat mempengaruhi tim secara psikologis pada sisa musim. Pekerjaan sepanjang tahun terbakar begitu saja." Kekalahan ini memberi dampak besar bagi tim peringkat kedua AS Roma, yang takluk 0-2 dari AC Milan pada Sabtu, dan tim peringkat keempat Napoli, yang tertinggal tiga angka di belakang Lazio setelah hanya bermain imbang 2-2 di markas tim yang bangkrut dan sudah dipastikan terdegradasi Parma.

Terdapat kontroversi pula di sana, setelah Parma terlihat tampil begtu bersemangat untuk membuat Napoli mendapatkan sejumlah bola mati.

Gonzalo Higuain bereaksi buruk pada akhir pertandingan, di mana ia ditarik menjauh dari kiper Parma Antonio Mirante ketika ia dilaporkan berteriak, "Anda telah terdegradasi, apalagi yang Anda inginkan?" Pelatih Parma Roberto Donadoni murka, menyebut aksi-aksi Naoli menjijikkan dan menuding bahwa direktur Napoli - yang dilaporkan direktur olahraga Riccardo Bigon - mengatakan hal serupa.

"Saya berada di sana dan saya mendengar apa yang dikatakan setelah pertandingan," kata Donadoni kepada Mediaset.

"Beberapa orang yang berkata kami semestinya kalah karena kami bangkrut dan telah terdegrasi merupakan hal yang menjijikkan dan memalukan." "Itu bukan hanya Higuain, namun beberapa orang lain mengatakan hal yang sama di lapangan sepanjang pertandingan. Walau demikian ketika Anda mendengar hal semacam itu dari direktur, itulah tragdei sebenarnya." Akun Twitter resmi Napoli mencantumkan pernyataan yang mengatakan bahwa reaksi tersebut berkaitan dengan apa yang mereka anggap bahwa Parma membuang-buang waktu.

"Tidak ada satu pun protes itu yang terkait dengan komitmen Parma, yang patut dihargai," kata akun tersebut.

Fiorentina mengoleksi 55 angka di peringkat kelima setelah memenangi 'derby' Tuscan di markas Empoli dengan skor 3-2, berkat dua gol berkelas dari Josip Ilicic dan gol khas Mohamed Salah.

Sampdoria tertinggal satu angka di bawah mereka di peringkat keenam setelah memenangi pertandingan pertamanya dalam tujuh pertandingan dengan skor 4-1 di markas Udinese, melalui sepanjang gol Roberto Soriano dan dua gol lagi dari Afriyie Acquah dan Alfred Duncan.

Cesena terdegradasi dari Liga Italia dengan tiga pertandingan tersisa, setelah menyia-nyiakan keunggulan dua gol saat turun minum untuk kalah 2-3 dari Sassuolo dan saingannya pada persaingan di papan bawah Atalanta menang 3-2 di Palermo.

Luca Toni hanya tertinggal satu gol dari pencetak gol terbanyak di liga Carlos Tevez setelah mencetak gol ke-19nya musim ini, saat Hellas bermain imbang 2-2 dengan Chievo pada 'derby' Verona. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,