9 Pengedar 2 Ton Ganja Terancam Hukuman Mati

9 Pengedar 2 Ton Ganja Terancam Hukuman Mati

Ilustrasi tersangka pengedar ganja.(Net)

Jakarta - Sedikitnya sembilan tersangka pengedar 2,1 ton ganja yang berhasil ditangkap di beberapa wilayah, terancam hukuman mati. Mereka diduga jaringan nasional yang berasal dari Aceh, Sumatera Barat.
 
Menurut Kepala Bareskrim Polri, Komjen Budi Waseso, terungkapnya jaringan ganja itu dari penangkapan Jhony, pada 13 April lalu di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat dengan barang bukti 10 kg ganja.
 
Setelah kasusnya dikembangkan, polisi berhasil menangkap Rusdi dan Sulaiman di Tol Slipi dengan barang bukti 1,4 ton ganja, di dalam truk Fuso putih bernomor polisi BK 9224 CH pada 1 Mei dengan kondisi paketan siap edar. "Kasus itu ditangani Polres Jakbar dan Jaksel," kata Budi di Lapangan Bhayangkara Jakarta Selatan, Senin (11/5/2015).
 
Sebelumnya, pada 25 April, Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Selatan berhasil menangkap empat tersangka yakni Jayadi, Sudaryatno, Ponto Khair Iskandar, dan Muhammad Iqbal dengan barang bukti ganja 166 kg siap edar, Serta satu unit kendaraan. "Total nilai ganja ini sekitar Rp 6,4 miliar," kata Budi.
 
Barang haram itu dikirim dari Aceh melalui jalur darat dan rencananya akan didrop di gudang di Sukabumi, Jawa Barat, sebelum diedarkan. Palaku menyamarkan pengiriman dengan menumpuk buah dan sayur yang mudah busuk. "Barang yang dikirim ditutupi sayuran dan buah, sehingga bau ganja bisa disamarkan," katanya.
 
Sembilan tersangka itu dijerat Pasal 115 juncto Pasal 132 Undang-undang, tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. "Ancaman maksimal hukuman mati," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:narkoba,