Bandung Tuan Rumah Konferensi Pemuda Asia-Amerika

Bandung Tuan Rumah Konferensi Pemuda Asia-Amerika

ilustrasi Malala Yousafzai

Bandung- Terpilihnya Bandung sebagai tuan rumah Konfrensi Pemuda Asia- Amerika atau Forum East Asia Latin America Cooperation (FEALAC) ternyata akan dihadiri oleh tokoh-tokoh pemudia dunia yang menginspirasi banyak orang.  Ridwan Kamil mengatakan bahwa Konferensi yang akan diselenggarakan pada 22-25 September mendatang bertepatan dengan ulang tahun Kota Bandung.

 

“Yang jadi pembicaranya pemenang nobel perdamaian, Malala Yousafzai  dari Pakistan kemudian tokoh-tokoh bisnis pemuda termasuk pemilik facebook Mark Zukerberg lagi kita hubungi juga. Bahkan, para menteri yang isunya terkait dengan pembahasan konfrensi tersebut akan hadir,” ujar pria yang akrab disapa Emil saat ditemui di Pendopo Wali Kota Bandung. Senin (11/5/2015)

 

Pada bulan Oktober 2014, Malala bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka. Malala menjadi penerima hadiah Nobel termuda, karena dia mendapatkan hadiah ini pada usia 17 tahun.

 

Emil mengatakan, pada FEALAC nanti, pihaknya akan fokus membahas tiga hal yang akan banyak memberi manfaat bagi dua benua peserta, yakni tentang ekonomi kreatif, ekonomi maritim dan kemandirian pemuda.

 

“Kalau saya diminta menjadi keynote saja. Nantinya konfrensi itu akan melahirkan semacam Dasa Sila Bandung ada manifesto,” ujar dia.

 

Selain itu juga Emil mengusulkan Bandung sebagai markas FEALAC. Sehingga perjalanan nanti diplomasi dunia, Asia dan Amerika Latin ada di Bandung. Emil mengungkapkan ingin menjadi Bandung seperti PBB yang membuat markas di New York.  Saat ini sudah ada 2.816 peserta yang sudah registrasi dari Asia sedangkan dari Amerika Latin 20. Menurut Emil karena ada kesamaan kemaritiman, dari sisi geografis konferensi ini akan berjalan seperti KAA.

 

 “Jadi lebih pada satu kesamaan nasib geografis, banyak dibelah-belah dan dihubungkan oleh dua samudra. Keduanya ingin menjadi poros tengah kekuatan baru negara-negara yang masih berkembang,” jelas Emil.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,