Vaksin Pentabio Digunakan di 33 Provinsi

Vaksin Pentabio Digunakan di 33 Provinsi

Vaksin Pentabio Digunakan di 33 Provinsi. (Foto: Net)

Bandung - Vaksin Pentabio (DTP-Hb-Hib) produksi Bio Farma ditargetkan mulai digunakan di 33 provinsi di Indonesia pada akhir tahun 2014, kata Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri PT Bio Farma (Persero) Dradjat Alamsyah.

"Vaksin pentabio pada 2013 baru digunakan di empat provinsi, akhir tahun ini diharapkan sudah mulai digunakan di 33 provinsi di Indonesia," kata Drajat Alamsyah di Bandung, Jumat (17/10/2014).

Keempat provinsi yang sudah menggunakan vaksin terbaru dari Bio Farma itu adalah Jabar, Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Vaksin itu berfungsi untuk mencegah balita dari serangan penyakit Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan radang selaput otak (meningitis) pada anak di bawah lima tahun.

"Kami berharap vaksin terbaru ini, bisa mulai digunakan di 33 provinsi yang ada di Indonesia, dengan adanya vaksin pentabio ini, diharapkan mengurangi 'kesakitan' pada anak, mengurangi kunjungan ke posyandu, dan mengurangi risiko 5 penyakit sekaligus," kata Dradjat.

Ia menyebutkan usia ke-124 tahun 2014, produk Bio Farma telah digunakan di lebih dari 130 negara termasuk 37 diantaranya negara Islam.

Sementara itu Kasie Bimbingan Dan Evaluasi Subdit Imunisasi Kementerian Keseharan dr Sulistya Widada mengimbau seluruh elemen dapat mengimplementasikan upaya yang inovatif dan strategis untuk perluasan dan pemerataan jangkauan pelayanan imunisasi.

"Dengan adanya upaya yang inovatif, kami berharap jangkauan dan pelayanan imunisasi bisa merata hingga 100 persen di seluruh desa di Indonesia, khususnya imunisasi untuk bayi usia 0 - 11 bulan, setidaknya bisa mencapai 90 peren," katanya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan PT Bio Farma (Persero) menggelar Pertemuan Nasional Koordinasi Pelaksanaan Intensifikasi Imunisasi Rutin di Bali.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi atau Universal Child Immunization (UCI) dihadiri 144 peserta terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) dari 33 provinsi, Ditjen Binfar Alkes, Ditjen PPPL, Subdit Imunisasi, Komisi Daerah KIPI, perwakilan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), Indonesian Technical Advisory Group Immunization (ITAGI) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kesehatan,