Di Luar Negeri Setiap Kampus Miliki Jaringan Magang

Di Luar Negeri Setiap Kampus Miliki Jaringan Magang

Hastadi saat menjelaskan seputar studi di luar negeri. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung- EGS (Edu Global School) sengaja mendatangkan beberapa praktisi pendidikan seperti Hastadi dari Konsultan Pendidikan Oasis dan Wakasek Kurikulum EGS, Diki Setiadi. Kedua praktisi pendidikan ini berbagi kiat bagaimana cara mendapat bea siswa ke luar negeri dan menjalankan studi di sana.

 

Menurut Konsultan Pendidikan Oasis, Hastadi, beberapa sekolah atau kampus di luar negeri mempunyai program magang ke industri atau perusahaan.

 

“Para mahasiswa tidak usah repot mencari tempat magang karena setiap kampus mempunyai jaringan dengan relasi di industri atau perusahaan. Para mahasiswa akan diberikan waktu selama 6 bulan untuk praktek kerja sambil magang. Ini akan menambah ilmu dan keterampilan bagi para mahasiswanya,” ungkap Hastadi saat menjelaskan seluk beluk studi di luar negeri di acara Seminar Parenting Overseas Visit di Eduplex Café, Jl.Cisangkuy No. 6, Kota Bandung, Kamis (14/05/2015).

 

Sedangkan Diki Setiadi dari EGS, agar para siswa dapat mudah beradabtasi dengan kampus di luar negeri, kemahiran berbahasa Inggris sangat diperlukan. Jika ternyata kemampuan bahasanya belum mumpuni mending mencari negara yang kesehariannya bukan pakai bahasa Inggris.

 

“Contoh saja kuliah di Jepang, ini bisa jadi pilihan jika bahasa Inggris kita belum memadai. Di negara Eropa juga ada beberapa negara yang tidak menonjolkan bahasa Inggris, itu juga bisa jadi pilihan. Sedangkan untuk kuliah ke Amerika atau Inggris TOEFL harus 500,” ucapnya.(Ode)**

.

Categories:eduglobal,
Tags:pendidikan,