Buku Penjaskes Agar Segera Ditarik

Buku Penjaskes Agar Segera Ditarik

Buku Penjaskes Agar Segera Ditarik

Bandung -  Pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) tingkat SMA/SMK agar ditarik dari peredaran, karena menimbulkan masalah dalam kehidupan masyarakat. "Saat menjadi perdebatan masyarakat membuat 'confused', lebih bagus ditarik," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Menurutnya, jika tidak ditarik maka disarankan bab atau lembaran dalam buku pelajaran yang bermasalah itu dihilangkan. Sedangkan lembaran materi lainnya tidak menimbulkan gejolak persoalan pada kehidupan masyarakat.

"Hilangkan bab itu, karena yang lainnya tidak masalah hanya bab itu," katanya. Persoalan peredaran buku yang dinilai masyarakat dan tenaga pendidik itu senonoh, merupakan masalah nasional bukan pemerintah provinsi.

Pemorov, lanjutnya tidak dapat menarik peredaran buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu. "Ini masalah nasional bukan masalah provinsi," tegas Heryawan.

Sebelumnya Forum Aspirasi Guru Independen (FAGI) Kota Bandung mendesak pemerintah untuk menarik buku itu, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melarang peredaran buku yang tidak patut disampaikan kepada anak didik karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dalam buku halaman 128 dan 129 menyampaikan materi yang dinilai telah merendahkan martabat wanita, tentang hubungan seks bebas pria kurang berisiko dibandingkan dengan wanita.

Selanjutnya ada beberapa tips pacaran dalam buku tersebut yang dinilai melegalkan pacaran pada kalangan pelajar. Bahkan menyebutkan larangan mengonsumsi makanan yang dapat merangsang sebelum pacaran. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,