Polda Papua Bantah Polisi Terima Dana Bansos Rp 4,4 Miliar

Polda Papua Bantah Polisi Terima Dana Bansos Rp 4,4 Miliar

Jayapura - Kepolisian Daerah (Polda) Papua membantah jika Polres Sarmi mendapatkan kucuran dana bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2013/2014 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarmi senilai Rp 4,4 miliar sebagaimana diberitakan oleh koran lokal di Kota Jayapura.

"Memang ada aliran dana dari Pemkab Sarmi yang masuk ke rekening hibah Polres Sarmi tetapi tidak sebesar RP4,4 miliar melainkan hanya senilai Rp2,281,300,000," katanya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Patrige di Jayapura, Sabtu (16/5/2015).

Pernyataan ini disampaikan oleh Patrige guna mengklarifikasi pemberitaan salah satu media lokal Kota Jayapura yang didalamnya disebutkan dana Bansos Sarmi pada 2013 salah satunya penerimanya ada Polres Sarmi dengan jumlah Rp4,4 miliar.

"Dana sebanyak Rp2,2 miliar lebih itu, kami belum mengetahui secara pasti dari pos anggaran yang mana atau sumber dana tersebut dari mana? Tetapi cara memperoleh dana tersebut telah memenuhi mekanisme yang ada yaitu diawali dengan pengajuan proposal kebutuhan anggaran untuk pembiayaan kegiatan politik dan kemasyarakatan," katanya.

Dana itu, kata mantan Kapolres Merauke, digunakan untuk pengamanan pemilihan gubernur pada 2013-2017, kegiatan patroli rutin, HUT Bhayangkara 2013, pengamanan 1 Mei 2013 dan pengamanan turnamen bupati cup 2013.

"Termasuk pengecoran halaman rumah dinas Waka Polres Sarmi dan Natal bersama 2013. Kami meyakini bahwa penyidik telah memiliki sejumlah bukti pendukung tentang kasus dana Bansos Sarmi. Jadi kita ikuti saja proses yang sedang berjalan," katanya.

Pada awal bulan, terdakwa dana Bansos Sarmi senilai Rp50 miliar lebih, yakni kepala keuangan Bartholomeus Sato 'bernanyi' dimedia lokal, bahwa dana bansos tersebut telah digunakan sebagaimana mestinya dan diperuntukkan sesuai dengan aturan.

Karena yang menerima dana Bansos periode 2013/2014 itu diantaranya diperuntukan untuk Polres Sarmi sebanyak Rp4,4 miliar dan Kodim Sarmi senilai Rp4,6 miliar.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengaku belum tahu soal hal tersebut dan berjanji akan mengecek kebenaran informasi atau pemberitaan tersebut.

Kasus dana Bansos Sarmi itu juga ternyata diduga melibatkan Bupati Mesak Manibor yang telah ditangkap tim gabungan Kejagung, Kejati dan Polda Papua pada Kamis lalu (14/5/2015). (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:daerah,