TKI Asal Indramayu Menanti Hukuman Mati di Saudi

TKI Asal Indramayu Menanti Hukuman Mati di Saudi

ilustrasi

Indramayu - Siti Qomariyah, Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu terancam hukuman mati dengan tuduhan pembunuhan. Ia  dituduh membunuh salah seorang warga Kalimantan pemilik kontrakan yang ditinggalinya di Arab Saudi. Ia pun divonis hukuman mati sejak 2011 lalu.

"Anak saya minta izin ke majikannya di Arab Saudi untuk pulang ke Indonesia. Tapi enggak diizinkan, terus dia kabur dan tinggal di kontrakan itu bersama teman-temannya," kata Rokhmi, ibunda Siti Qomariyah, Minggu (17/5/2015).

Ia menjelaskan, Siti Qomariyah diajak tinggal di kontrakan oleh dua temannya sebagai tempat pelarian. Di kontrakan itulah pembunuhan terjadi. Rokhmi menduga, pembunuhan itu dilakukan dua teman Siti Qomariyah. Ia pun sangsi bahwa anaknya terlibat pembunuhan.

Sejauh ini, dirinya masih bisa berkomunikasi dengan anaknya yang berada di balik jeruji besi di Arab Saudi. Dia pun meminta pemerintah Indonesia untuk menjembatani persoalan hukuman mati anaknya dengan pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, Wasnipah, TKI asal Indramayu lainnya juga terancam hukuman mati di Tiongkok. Wasnipah divonis hukuman mati dengan tuduhan terlibat sindikat narkotika sebagai kurir, yang membawa heroin masuk ke Tiongkok. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,