Polres Cianjur Berlakukan Sistem Satu Arah ke Bogor

Polres Cianjur Berlakukan Sistem Satu Arah ke Bogor

Polres Cianjur Berlakukan Sistem Satu Arah ke Bogor

Cianjur- Polres Cianjur berlakukan sistim satu arah menuju Bogor dan seterusnya, menjelang Minggu malam (17/5/2015) mulai dari Jalan Raya Pasekon guna antisipasi terjadinya macet total di Jalur Puncak-Cipanas pada libur panjang akhir pekan.

Sebelumnya menjelang sore hal yang sama dilakukan karena padatanya arus kendaraan dari arah Cipanas menuju Bogor dan sempat terlihat antrian dengan laju kendaraan tersendat hingga beberapa menit dengan panjang antrian mencapai 5 kilometer.

Setelah melakukan kordinasi dengan Polres Bogor, sistim satu arah menuju Bogor diberlakukan selama satu jam, hingga antrean kendaraan mencair. Namun menjelang malam antrian kembali terlihat memanjang dengan laju kendaraan terhenti, sehingga hal yang sama kembali diberlakukan.

"Hari ini sudah dua kali sistim buka tutup satu arah diberlakukan karena tingginya volume kendaraan pendatang yang menuju arah Bogor. Bahkan antrian sempat terlihat memanjang hingga belasan kilometer dengan ekor di depan Istana Cipanas," kata petugas Lantas Polres Cianjur, di Perempatan Hanjawar, Minggu.

Bahkan tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan kembali dilakukan menjelang tengah malam jika antrian kembali terjadi dan memanjang seperti malam sebelumnya, dimana pemberlakuan sistim buka tutup diberlakukan mulai dari Jalan Raya Pasekon hingga perempatan Gadog-Bogor.

Sementara sejumlah pengemudi angkutan sayur mayur dengan tujuan Pasar Induk, Jakarta, memilih jalur alternativ Puncak II, guna menghidari terjebak kemacetan, meskipun jalur tersebut cukup beresiko.

"Dari pada terlambat sampai ke tujuan dan sayuran yang kami bawa busuk, kami memilih jalur Puncak II, agar tidak terjebak macet dan cepat sampai. Meskipun jalan ini belum layak dilalui kendaraan karena landasan jalan belum memadai dan minimnya rambu dan penerangan," kata Dedi (39) seorang pengemudi.

Dia dan ratusan supir angkutan lainnya, berharap pemerintah pusat dan daerah, dapat segera membangun jalur alternativ tersebut, sebagai jalur usaha yang bebas dari kemacetan, agar roda perekonomian dan usaha di wilayah Puncak-Cipanas, dapat kembali berjalan dengan normal.

"Kalau jalur Puncak II di bangun dan layak dilalui, kami yakin akan merubah kembali perekonomian masyarakat di wilayah Puncak-Cipanas. Pasalnya selama ini, pendatang malas terjebak macet untuk berkunjung ke wilayah tersebut, ditambah kami pengusaha kecil sulit untuk keluar ketika jalan macet," katanya.(AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,