Negara Dirugikan Rp6 Triliun per Tahun Akibat Pembajakan

Negara Dirugikan Rp6 Triliun per Tahun Akibat Pembajakan

ilustrasi. (Net)

Jakarta  - Negara dirugikan hingga sekitar Rp6 triliun pertahun akibat pembajakan DVD/CD sehingga aparat penegak hukum terutama Kepolisian Indonesia dinilai harus bisa mengungkap dalang jaringan pembajakan itu.

"Kita dapat angka ini (kerugian negara Rp6 triliun/tahun) dari hilangnya kesempatan negara memperoleh pemasukan dari pajak," kata Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Yaser Palito, di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Menurut dia, Indonesia tidak terbantahkan lagi saat ini seakan-akan telah menjadi "surga" bagi pembajakan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa aktivitas pembajakan tersebut juga telah membuat industri kreatif nasional menjadi lumpuh. "Orang-orang jadi malas mencipta dan berinovasi, sebab distribusinya bajakan semua," kata Yaser.

Berdasarkan data Hipmi, secara sektoral pertumbuhan industri kreatif nasional 2014 mencapai 10 persen dan industri ini diperkirakan dapat masuk dalam tiga besar kontributor untuk Produk Domestik Bruto Indonesia. 

Sementara nilai ekspor produk industri kreatif sepanjang 2013 mencapai 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 119,7 triliun. Angka tersebut bertumbuh sebesar delapan persen dibandingkan dengan 2012.

Meski demikian, kontribusi ekspor industri kreatif baru menyumbang 0,68 persen dari total ekspor nasional. 

"Bandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang rata-rata di atas 1 persen," ucapnya.

Sedangkan negara di dunia dengan ekspor industri kreatif paling besar adalah Amerika yang sudah mencapai 5,02 persen dari total ekspor mereka, kemudian Perancis sebesar 4,02 persen dan Inggris 3,87 persen.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN, Anang Hermansyah, mengusulkan pembentukan Kaukus Parlemen Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta dalam sidang paripurna penutupan masa sidang III DPR, Jumat malam (24/4).(Ode)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,