Ingin Surabaya Dapat Hadiah Lagi

Ingin Surabaya Dapat Hadiah Lagi

Yanto (35) si penyapu jalanan Surabaya, foto Wa Ode

Surabaya- Begitu keluar hotel, terik matahari persis di atas ubun-ubun.  Hari ini, agak siang memutuskan untuk melihat-lihat Kota Surabaya,Minggu (19/10/2014).

Kota ini, dipimpin Srikandi perempuan, Walikota  Rismawati memasuki jabatan periode kedua. Kota ini terkesan bersih langsung memanjakan mata.
Sudut-sudut jalan protokol di Surabaya jauh dari sampah jalanan. Dedaunan yang berterbangan nyaris sedikit. Padahal pohon-pohon rindang di kiri kanan jalan bertebaran dan memberi kesan hijau sejauh mata memandang.

Kebersihan kota, untuk Surabaya memang boleh diacungi jempol.
Itu berkat jasa penyapu jalanan yang tak hentinya bekerja sepanjang hari.

Ditemui CikalNews.com, Minggu (19/10) salah seorang penyapu jalan bernama  Yanto (35) mengaku asli Surabaya. Dia sedang sibuk menyapu jalan di Jalan Walikota Mustajab Surabaya.

Menurut Yanto, dengan tanggung jawabnya setiap hari membersihkan kota, bertugas sejak pagi jam 5.00 subuh hingga siang pukul 14.00 WIB. Lelah tidak terpancar di wajahnya.
 Setelah itu, akan dilanjutkan oleh bagian sift sore hingga malam pukul 21.00.

Menurut Yanto, tugasnya sehari-hari hanya bertanggung jawab sepanjang 1 km. "Saya bisa lakukan 4 sampai 5 kali menyapu jalanan ini setiap hari, dari ujung ke ujung. Pokoknya harus dijaga bersih karena setiap satu jam, ada yang kontrol dari Dinas Kebersihan Kota, jadi profesi ini gak bisa dipandang enteng juga," kata Yanto seraya membuka masker mulutnya yang terbuat dari kaos biasa seadanya.

Dengan bekerja dua sift, dengan rekannya,  Yanto yakin, wilayahnya selalu bersih. "Ambisi saya tahun depan semoga Kota Surabaya bisa menang lagi Adipura, hampir tiap tahun menang, jadi kita selalu bekerja, dan pekerjaan ini harus dicintai," papar ayah dari seorang anak kelas 2 SD ini.

Setelah dirinya, kata Yanto, sift sore akan dilanjutkan rekannya dua orang, kiri dan kanan. Jadi praktis setiap 1 km, 4 orang yang menjaga kebersihan selama sehari semalam.

Dengan pekerjaan sebagai penyapu jalanan, menurut Yanto, dia mendapatkan upah UMR Kota Surabaya sebesar Rp 2.2 juta setiap bulannya.

"Alhamdulilah, cukup untuk kami bertiga, saya senang dengan pekerjaan ini, bisa menyekolahkan anak," kata Yanto seraya menyeka keringat di keningnya.

Ketika malam jatuh, Kota Surabaya tetap bersih, terang benderang. Lampu-lampu jalanan tampak berjejer rapih, dan tetap bersih karena tetap disapu malam hari oleh pekerja sift sore hingga malam. (Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,