Budaya Daerah Berikan Daya Ungkit Ekonomi Warga

Budaya Daerah Berikan Daya Ungkit Ekonomi Warga

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Optimalisasi potensi budaya daerah memberikan daya ungkit untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat, kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Bandung.

"Budaya tidak boleh dijadikan ajang ritual saja tanpa ada unsur meyakini nilai-nilai di dalamnya, saat ini budaya dan kearifan lokal memberikan daya ungkit bagi pemberdayaan masyarakat," kata Dedi Mulyadi yang juga budayawan itu, Selasa (19/5/2015).

Menurut dia, potensi budaya daerah memiliki kekuatan luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan daerah karena memberikan kekuatan karakter yang jelas dan tegas.

Pria yang selalu tampil dengan ikat kepalanya yang khas itu menyebutkan produk budaya merupakan sebuah kreativitas yang berdasar dari kearifan lokal dan dianut oleh publik. Kreativitas publik harus berangkat dari imajinasi yang baik, sedangkan imajinasi yang baik menurutnya dapat dihasilkan melalui adanya ideologi dan latar keyakinan budaya yang baik pula.

"Seluruh produk kreativitas dari publik ini berangkat dari imajinasi yang baik, dan imajinasi ini dilatarbelakangi oleh ideologi dan keyakinan yang berlaku," katanya.

Tanpa kultur itu tidak akan lahir kebudayaan yang kuat. Ia mencontohkan masyarakat Bali yang terbukti bisa mengangkat karakter dan budaya daerahnya menjadi sebuah kekuatan untuk membangun karakter dan potensi daerahnya.

"Mereka memiliki tarian, lukisan, dan ukiran-ukiran yang bermutu secara nilai seni maupun budaya, karena adanya keyakinan dan ritus yang kuat. Tanpa keyakinan dan ritualitas terhadap sebuah produk kebudayaan, kebudayaan itu tidak akan memiliki nilai magnetik yang tinggi," katanya.

Berkaitan dengan produk budaya, Dedi juga mengatakan hal itu tidak lepas dari potensi daerah setempat sebagai destinasi pariwisata.

Ia mengatakan tempat wisata bisa jadi devisa daerah yang bagus untuk negara.

Dedi melihat ada kesalahan budaya yang terjadi di beberapa lapisan masyarakat yakni lunturkan nilai budaya yang potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah.

"Bisa jadi kebudayaan yang kita usung hari ini merupakan lips service, di mana baju yang kita pakai bukan produk dari kita sendiri, makanan yang kita makan bukan lagi sebagai sesuatu yang mencerminkan darimana kita berasal," katanya.

Dedi mengatakan bentuk-bentuk budaya saat ini harus diterapkan dalam ranah yang praktis, sehingga nilai budaya tersebut dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat.

Menurut dia Kebudayaan harus ditafsirkan dalam bentuk-bentuk yang praktis..

"Contohnya Belanda ketika dulu mencoba menerjemahkan Sunda melalui bangunan-bangunan Belanda yang bila diamati selalu menghadap ke utara dan selatan, meletakkan jendela di sebelah timur dan sebelah barat, dan ini masuk ke dalam ritus Sunda sampai sekarang," kata Dedi Mulyadi menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,