Menjual Beras Plastik Merupakan Kejahatan Pangan

Menjual Beras Plastik Merupakan Kejahatan Pangan

ilustrasi. (Net)

Bandung – Dengan beredarnya beras plastik di masyarakat merupakan suatu kejahatan pangan. Untuk itu masyarakat diimbau agar lebih waspada dalam membeli bahan makanan termasuk beras, karena rawan dicampur beras sintetis yang terbuat dari plastik.

 

Menurut penilaian Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, beras plastik bila dikomsumsi akan berbahaya dan menimbulkan penyakit pada pencernaan.  “Agar penyebarannya tidak meluas, aparat kepolisian harus mengusut tuntas peredaran beras ini sampai ke akarnya. Ditemukannya kasus di Bekasi adalah pelajaran bagi kita agar waspada terhadap kejahatan pangan,” seru Aher usai perayaan Harkitnas di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22. Kota Bandung, Rabu (20/05/2015).

 

Sejauh ini, Pemprov Jawa Barat melalui dinas terkait sudah menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki peredaran beras sintetis di Jawa Barat. “Masyarakat juga harus aktif melaporkan jika ada kejanggalan pada produk makanan yang dibeli. Saat ini kejahatan pangan rentan terjadi karena pelaku ingin meraup keuntungan yang besar,” imbuh Aher.

 

Sementara untuk menyikapi permasalahan kenaikan harga barang menjelang Ramadhan, Heryawan atau akrab disapa Aher mengimbau kepada seluruh warga Jawa Barat untuk mengontrol pembelian agar tidak berlebihan. Secara prinsip ekonomi jika permintaan barang meningkat, harga jual pun akan naik.

 

Menurutnya, untuk mengantisipasi kenaikan harga barang yang berlebih pihaknya akan melakukan kontroling agar masyarakat tidak melakukan jor-joran pada saat belanja jelang munggahan. “Kita harus atur sisi suplay dan demand, agar seimbang. Selain itu masalah distribusi juga harus dikontrol, siapa tahu permintaan biasa, stok ada, tetapi harga mahal, mungkin itu karena distribusi terganggu,” ungkapnya.

 

Kenaikan barang juga bisa terjadi karena adanya permainan harga di pasar.

 “Ulah bandar dan spekulan bisa mempengaruhi harga barang di pasar. Mereka secara tidak langsung bisa mengatur kenaikan harga barang di pasar,” ucapnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,