Usai Pelantikan "PR" Menunggu

Usai Pelantikan

Sejumlah seniman Bandung melakukan perfomance di Sungai Cikapundung sebagai bentuk syukuran terhadap pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia ke-7, di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/10). seniman berharap Indonesia akan lebih ba

GENDERANG perang sudah dibunyikan. Pelantikan Presiden dan Wakil Peresiden Joko Widodo - Jusuf Kalla pun sudah dilaksanakan.  Seluruh keriuhan pesta penyambutan dan pelantikan dalam sidang kabinet paripurna pun telah berakhir. Namun, ini awal dari sepak terjang persiden kita ke depan, dalam membawa  negara ini yang sarat dengan berbagai permasalahan.

Apabila kita menyimak apa yang dituturkan Jokowi semasa melakukan kampanye, siapapun tampaknyya akan merasa optimis terrkait dengan janji-janji yang begitu membawa angin segar bagi kelangsungan negara ke depan. Ya, itu dalam kampanye. Namun apakah itu semua bisa direalisasikan secara nyata ketika dia duduk di kursi orang nomor satu di negara ini kini.

Berbagai optimisme dan keraguan dari berbagai kelanagan pun bermunculan, seputar menanggapi janji kampanye Jokowi dengan tantangan yang ada. Apalagi dengan adanya pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa ada setumpuk pekerjaan rumah yang masih belum terselesaikan. Ini jelas, semua beban dan tantangan ini berada di pundak presiden ke depan, di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Joko Widodo.

Kita sebut saja, pekerjaan rumah yang belum selesai tersebut antara lain reformasi birokrasi termasuk tata kelola pemerintahan yang baik serta pencegahan dan pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, penanganannya tak bisa sekaligus dilakukan, tapi dibutuhkan adanya perubahan perilaku dan budaya yang memerlukan "beberapa dekade untuk mengubah itu".

Selain itu, sistem desentralisasi sebagai salah satu agenda yang perlu memperoleh perhatian. Meski di satu sisi telah mendekatkan rakyat dengan pemimpin lokal, sistem desentralisasi juga menimbulkan sejumlah ekses dengan munculnya aturan di daerah yang dinilai malah bertentangan dengan semangat untuk mengembangkan ekonomi daerah. Untuk itu, perlu sinkronisasi, evaluasi dan koreksi yang harus dikelola bersama.


Di sisi lain, jauh sebelum 20 Oktober tiba, ketika Jokowi dan Jusuf Kalla telah disahkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), berbagai lapisan masyarakat tengah sibuk membahas berbagai hal seputar pemenangan Jokowi sebagai presiden. Tak hanya pada pelaksanaan seremoni pelantikan yang disoroti, tapi juga isu adanya penjegalan pelantikan pasangan tersebut.

Begitu riuh hingga hampir seluruh lapisan masyarakat merasa wajib untuk turut terlibat dalam pembahasan tersebut. Saling sahut mengemukakan pendapat dan pandangannya. Apalagi ketika pemilihan para pemimpin parlemen awal bulan ini menunjukkan kekuatan Koalisi Merap Putih menyapu bersih semua tampuk kepemimpinan.

Suara-suara kekhawatiran pun bermunculan hingga beberapa pihak merasa perlu untuk memberikan jaminan, bahwa transfer kekuasaan kali ini akan berlangsung damai, aman dan tertib agar masyarakat tidak terpancing isu-isu menyesatkan.

Kini, pelaksanaan pemilihan dan pelantikan presiden dan wakil presiden sudah belalu. Tinggal bagaimana Jokowi dan Jusuf Kalla menentukan dan mengemas orang-orang yang akan ditempatkan pada posisi pembantunya, seperti menteri dan wakil-wakil lainnya.

Sebab biar bagaimanapun, secerdas-cerdasnya Jokowi dalam menjalankann roda pemerintahan ini ke depan, tanpa dibantu oleh para menterinya yang bisa diandalkan tentunya tidak akan berjalan mulus sesuai dengan harapan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan apabila salah memilih orang, bisa-bisa justru mencelakakan di sendiri.

Oleh karena itu, selain memunculkan orang-orang yang terpercaya dalam menduduki kursi menteri, juga mereka --menteri-- bisa sepahan dan sejalan dengan kebijakan yang digulirkan oleh presiden sendiri. Hanya bersama orang-orang yang benar-benar kredibel dan jujurlah, langkah Jokowi akan tertolong dalam menjalankan berbagai kebijakannya, tanpa intervensi dari pihak lain ataupun kepentingan partai yang mendukungnya.

Semoga apa yang dijanjikan semasa kampanye dan melihat bebagai kelemahan dan kurangan dari pemerintahan sebelumnya, apa yang akan dilakukan Presiden Jokowi ke depan bisa benar-benar memenuhi harapan kita semua. Kita tunggu. (Jr.)**
.

Categories:PenaCikal,
Tags:jokowi,