Pemuda Tewas saat Ditahan, Enam Polisi AS Didakwa

Pemuda Tewas saat Ditahan, Enam Polisi AS Didakwa

Pengadilan Kota Baltimore mendakwa enam polisi yang diduga menyebabkan kematian Freddie Gray.(Net)

Baltimore AS-Dewan Juri Pengadilan Kota Baltimore mendakwa enam polisi yang diduga menyebabkan kematian Freddie Gray, seorang pemuda yang mengalami cedera parah dan belakangan tewas setelah ditahan polisi.
Dakwaan yang ditujukan terhadap enam polisi tersebut berbeda-beda. Namun, sebagian besar dikaitkan dengan penyerangan, kecerobohan, dan aksi tidak sengaja yang menyebabkan kematian.
 
Jaksa Negara Bagian, Marilyn Mosby, mengatakan leher Gray patah ketika dia diborgol dan dimasukkan ke mobil polisi. Mosby juga menuding para polisi berkali-kali mengabaikan permohonan Gray untuk mendapat pengobatan.
 
Namun, pengacara keenam polisi itu menegaskan kliennya tidak bersalah. Mereka, kata pengacara Michael Davey, ‘bertindak dengan patut’ dan ‘sesuai dengan apa yang didapat dalam pelatihan’ kepolisian.
Namun, protes itu berubah menjadi aksi kekerasan. Kepolisian mencatat telah melakukan 34 penahanan sejak unjuk rasa dimulai. Adapun 15 polisi mengalami cedera akibat terkena lemparan batu dan botol.
Gray terluka saat ditangkap polisi di Sandtown pada 12 April. Dia mengalami koma dan meninggal seminggu kemudian.
Kalangan masyarakat yang tidak menerima kematian Gray kemudian melancarkan protes di luar Balai Kota Baltimore pada 25 April lalu. Sekitar 1.200 orang menghadiri demonstrasi tersebut.
 
Unjuk rasa serupa lalu melebar ke berbagai kota besar di AS, seperti di Washington DC, New York, Boston, dan Philadelphia.
Aksi protes kemudian berubah menjadi kekerasan di Baltimore. Tayangan video yang diabadikan dari helikopter menunjukkan sejumlah gedung di pusat kota dilalap api. Beberapa toko, termasuk sebuah apotek, dijarah dan dirusak.
Gubernur Negara Bagian Maryland Larry Hogan menerapkan status darurat dan mengerahkan garda nasional.(Ode)**
.

Categories:Internasional,
Tags:kriminal,