Yuddy Chrisnandi Prihatin Polemik Golkar

Yuddy Chrisnandi Prihatin Polemik Golkar

Yuddy Chrisnandi Prihatin Polemik Golkar

Jakarta - Politisi Partai Hanura Yuddy Chrisnandi mengaku prihatin dengan polemik dualisme kepengurusan yang dialami internal Partai Golkar selaku partai dimana ia mengawali karir politiknya.

"Saya saat ini prihatin Golkar dirundung masalah yang tidak kunjung usai. Saya dulu mengawali karir politik di Partai Golkar, sebelum akhirnya pindah ke Hanura," kata Yuddy Chrisnandi kepada wartawan di rumah dinasnya Komplek Widya Chandra Nomor 22, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Yuddy yang saat ini menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) mengisahkan dirinya pertama kali mengawali karir politik di Partai Golkar tahun 1992. Kala itu tidak mudah bagi seorang biasa seperti dirinya untuk masuk ke partai sebesar Golkar.

"Saya dibantu oleh almarhum Eki Syachruddin, seorang tokoh eksponen 66 untuk bisa masuk ke Golkar," kata Yuddy.

Yuddy mengatakan kala itu ketika dirinya mendaftarkan diri di Kantor DPP Partai Golkar Jakarta, dirinya bak memasuki sebuah kerajaan dengan birokrasi yang ketat.

Namun akhirnya dia berhasil masuk ke partai beringin yang juga merupakan tempat kakek dan ayahnya menimba ilmu politik dulu.

Dia meyakini Golkar sebagai partai besar yang juga aset politik bangsa, seharusnya tidak bernasib seperti saat ini.

"Saya mengharapkan Golkar sebagai partai yang memiliki banyak tokoh senior, bisa menemukan solusi atas polemik internalnya. Saya pindah ke Hanura bukan kecewa dengan Golkar, saya pindah pun meminta masukan dari abang-abang saya di Golkar seperti pak Jusuf Kalla, pak ARB, pak Agung Laksono, pak Theo, pak Akbar Tanjung dan lainnya," kata Yuddy.

Yuddy menekankan bahwa apa yang menjadi pikirannya mengenai Golkar merupakan cerminan sikap pemerintah.

Menurut dia, pemerintah tidak memiliki niatan sama sekali untuk mencampuri urusan internal Golkar.

Pemerintah, kata dia, sangat ingin Golkar solid kembali siapapun pemimpinnya.

"Pemerintah mendorong Golkar bersatu. Kita akui sumber daya manusia Golkar lebih unggul dibanding partai lain. Tinggal bagaimana Golkar menjaga pribadi-pribadi para politisinya," kata Yuddy. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:,