Terendus Praktik Suap Tuntutan Ringan Kasus Narkoba

Terendus Praktik Suap Tuntutan Ringan Kasus Narkoba

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Dua gembong narkoba asal Iran yang tertangkap tangan membawa 40 kg sabu, justru menerima keringanan hukuman. Demikian kenyataan yang dihadapi, pada saat maraknya pemberitaan mengenai eksekusi mati terpidana narkoba, 


Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Cibadak, hanya menuntut 20 tahun penjara kepada Mostafa Moradalivand bin Moradali dan Seyed Hashem Moosavipour bin Seyed Abdollah.

Diakui Jaksa Agung HM Prasetyo, memang ada kejanggalan dari tuntutan jaksa penuntut umum kepada dua warga negara Iran tersebut. Sebab, seharusnya dengan jumlah sabu yang mereka bawa keduanya layak dituntut hukuman mati.

Pada kasus narkoba yang menyeret warga negara Nigeria, Raheem Agbaje Salami misalnya. Ia dituntut hukuman mati karena terbukti menyelundupkan 5 kg heroin pada tahun 1999 lalu. Raheem akhirnya divonis mati, dan telah dieksekusi mati pada akhir April 2015 lalu.

Prasetyo menduga, tuntutan ringan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum saat itu, ditengarai adanya praktik suap. "Hal igtu sebagai bentuk pelanggaran, kita tidak ada kompromi, catat itu," kata HM Prasetyo di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

 

Sementara itu, mantan politikus Nasdem itu juga berjanji akan segera mengusut kasus tersebut. Bila nantinya Kejagung menemukan indikasi suap dalam menjatuhkan tuntutan kepada dua warga negara Iran pembawa 40 kgsabu, Prasetyo akan menjatuhkan sanksi tegas kepada jaksa yang menuntut. "Kalian boleh lihat nanti apa tindakannya," tegas Prasetyo. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,