Jelang Pilkada Depok Rieke 'Oneng' di Posisi Teratas

Jelang Pilkada Depok Rieke 'Oneng' di Posisi Teratas

Rieke Diah Pitaloka

Depok - Bursa nama bakal calon walikota menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Depok yang akan berlangsung secara serentak pada Desember 2015 kian memanas. Sejumlah nama pun, baik sebagai tokoh nasional maupun lokal terus bermunculan.
 
Sebuah survei yang dilakukan lembaga survei Independen Indonesia Strategic Institute (Instrat) terhadap persepsi publik Kota Depok menyebutkan, terdapat sejumlah nama yang berada di papan atas. Mereka merupakan bakal calon kepala daerah yang nantinya patut diperhitungkan.
 
Berdasarkan pertanyaan top of mind, setidaknya ada empat bakal calon yang diprediksi memiliki kekuatan cukup berimbang. Di antaranya, Rieke Diah Pitaloka, Babai Suhaemi, Idris Abdul Shomad, dan Imam Budi Hartono. Sementara, angka golput diprediksi sama dengan pemilihan walikota (Pilwalkot) pada 2010, yakni 45,7 persen.
 
"Masyarakat yang belum tahu atau tak tahu Pilkada 57 persen, Rieke Diah Pitaloka 10 persen, Babai Suhaemi 8,6 persen, Idris Abdul Shomad 6,8 persen, Imam Budi Hartono 7,8 persen, lainnya masing-masing hanya berkisan satu persen," kata peneliti Instrat, Adi Nugroho, Minggu (24/5/2015).
 
Sementara itu, sebaran elektabilitas pada masing-masing calon, Rieke Diah Pitaloka, Babai Suhaemi, dan Imam Budi Hartono, relatif setara dengan persentase komposisi jumlah anggota dewan masing-masing partai. Hal itu merefleksikan suara pemilih masih cenderung berada pada konsentrasi kantung suara masing-masing partai.
 
"Ketiganya tokoh muda yang punya kans yang kompetitif untuk bisa memenuhi karakteristik harapan dari publik akan sosok walikota. Namun, tetap mempertimbangkan Rieke sebagai tokoh nasional dan pernah bertarung di Pilkada Jawa Barat levelnya lebih tinggi," ujarnya.
 
Survei tersebut dilakukan dengan melibatkan 400 warga berusia minimum 17 tahun, dan memiliki identitas sebagai warga Kota Depok. Sampel responden tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan, dengan margin error kurang lebih empat persen.
 
"Kami melakukan survei untuk dapat gambaran kepala daerah yang diharapkan masyarakat, dan mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas tokoh. Mereka yang paling memungkin kan untuk dicalonkan, atau mencalonkan diri pada Pilkada Kota Depok," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,