Menteri Agraria Dukung Penyelesaian Masalah di KBU

Menteri Agraria Dukung Penyelesaian Masalah di KBU

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan mendukung penuh upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota terkait dalam penyelesaian masalah di Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Bentuk dukungannya adalah yang pertama mereview tata ruang di sana, mengendalikan pembangunan kawasan. Jadi tidak bisa kita biarkan terjadi pembangunan yang merusak lingkungan," kata Ferry Mursyidan Baldan di Bandung, Minggu (24/5/2015).

Ditemui usai meninjau pembukaan gerai layanan pertanahan akhir pekan BPN Kota Bandung di area Car Free Day Dago, ia juga meminta agar Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu Jabar agar bertindak lebih cepat dalam mengatasi masalah di KBU.

"Dengan adanya satgas maka harus lebih cepat, kalau satgas lambat mengambil langkah (penyelesaian) maka menurut saya itu tidak sesuai filosofi satgas," kata dia.

Menurut dia, penyelesaian masalah di KBU seperti pelanggaran izin mendirikan bangunan dan tata ruang harus diselesaikan secara menyeluruh karena menyangkut beberapa wilayah mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

"Jadi ketika kita sedang menata KBU maka kita sedang menata sebuah kawasan. Di sana akan mempengaruhi kualitas hidup orang Bandung dan sekitarnya, seperti kalau ada masalah air karena KBU maka Kota Bandung yang di bawahnya akan kena dampak langsung," kata dia.

Ia berharap, langkah Pemprov Jawa Barat dan kabupaten/kota dalam menata Kawasan Bandung Utara bisa memperhatikan aspek sosial masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Satuan Penugasan (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu (PHLT) Provinsi Jawa Barat akan memberikan sanksi administratif bagi para pemilik apartemen dan rumah tak berijin di Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Salah satu sanksi administratif yang akan diberikan oleh kami adalah penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH)," kata Ketua Tim Satgas PHLT Anang Sudarna.

Pihaknya akan segera memanggil para pemilik maupun pengembang dari empat bangunan yang diduga melakukan pelanggaran yakni Galeri Ciumbuleuit 3 and Hegarmanah Ressidence, The MAJ Collection, Dago Beach Apartement dan Nelson Amidjaja.

"Mereka akan segera kita panggil secepatnya. Nanti dalam pemanggilan tersebut akan diberikan sejumlah sanksi," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,