Tumpahan Minyak Menyebar, Nelayan Cilacap Tak Melaut

Tumpahan Minyak Menyebar, Nelayan Cilacap Tak Melaut

Ilustrasi Tumpahan Minyak.(Net)

Cilacap - Ratusan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, tidak melaut akibat adanya tumpahan minyak mentah (crude oil) dari fasilitas "Single Point Mooring" (SPM) Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang mengotori Pantai Teluk Penyu.

Dari pantauan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Senin (25/5/2015), ratusan nelayan tampak mengumpulkan minyak mentah yang mengapung di air dan memasukkannya ke dalam drum-drum yang mereka bawa.

"Kami dalam beberapa hari terakhir tidak melaut akibat ada tumpahan minyak mentah ini. Padahal, sekarang sudah mulai banyak ikan yang bermunculan karena telah memasuki musim angin timuran," kata salah seorang nelayan, Warsito.

Oleh karena itu, dia mengharapkan Pertamina memberi ganti rugi kepada nelayan karena selain mengotori Pantai Teluk Penyu, rembesan minyak mentah tersebut berdampak buruk terhadap ikan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Legal and General Affair Manager Pertamina RU IV Cilacap Eko Hernanto mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan masalah ganti rugi tersebut dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap.

"Yang terpenting saat ini adalah upaya membersihkan pantai dari minyak," katanya.

Menurut dia, upaya pembersihan pantai dilakukan dengan cara manual berupa mengumpulkan minyak mentah maupun menggunakan cairan khusus "oil dispersant".

Dalam kesempatan terpisah, Public Relations Section Head Pertamina RU IV Cilacap Musriyadi menduga minyak mentah yang mengotori Pantai Teluk Penyu merupakan sisa rembesan yang keluar dari sambungan pipa karet (rubber hose) SPM yang mengalami kerusakan pada 20 Mei 2015, pukul 22.54 WIB.

"Kami sudah melakukan pengecekan kembali ke dalam air, di bawah SPM, tidak ada lagi kebocoran. Ini (minyak mentah, red.) diyakini berasal dari sisa yang kemarin, yang terjebak di daerah Karangbolong Nusakambangan, mungkin juga dari bagian-bagian yang tidak sempat tersisir sehingga baru hari ini menepi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, minyak mentah di Pantai Teluk Penyu tidak menutup kemungkinan dari minyak-minyak yang sebenarnya telah terlokalisasi namun terlepas akibat gelombang laut.

Terkait tumpahan minyak di Pantai Teluk Penyu, dia mengatakan bahwa pihaknya segera menanganinya dengan bantuan personel TNI/Polri dan nelayan.

"Minyak yang terlihat di tepi pantai merupakan sisa-sisa yang terpisah dari ceceran yang telah dilokalisasi. Oleh sebab itu, Pertamina meningkatkan upaya penanggulangan pembersihan minyak hingga ke area tepi pantai," tegasnya.

Fasilitas SPM Pertamina RU IV Cilacap yang berlokasi sekitar 16 mil laut sebelah selatan Cilacap atau sekitar perairan selatan Pulau Nusakambangan mengalami kerusakan pada sambungan pipa karet (rubber hose) yang digunakan untuk menyalurkan minyak mentah dari kapal tanker menuju kilang.

Kerusakan tersebut terjadi pada 20 Mei 2015, pukul 22.54 WIB, dan pada saat yang sama sedang dilakukan aktivitas bongkar muat minyak mentah dari sebuah kapal tangker.

Akibatnya, minyak mentah yang disalurkan melalui pipa karet bawah laut itu merembes keluar dari sambungan sehingga tercecer di perairan selatan Nusakambangan.

Pertamina RU IV Cilacap pun segera menerjunkan tim penyelam untuk memperbaikan sambungan pipa karet (rubber hose). (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:daerah,