Mendesak, Perpres Pengendalian Harga Sembako

Mendesak, Perpres Pengendalian Harga Sembako

Anggota Komisi IV DPR Rofi' Munawar

Jakarta - Mendesak untuk segera diterbitkan, rencana pemerintah untuk mengesahkan peraturan presiden (perpres), tentang pengendalian harga jelang Ramadhan sebagai amanah dari UU No. 7 tahun 2014. 
 
Perpres tersebut berisikan, pengaturan tentang pengendalian harga komoditas pangan utama dengan wewenang pengendalian harga diberikan kepada Menteri Perdagangan.
 
Menurut Anggota Komisi IV DPR Rofi' Munawar, kenaikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan jika diperhatikan merupakan fenomena berulang setiap tahun. Seharusnya,  ada antisipasi yang lebih maksimal dari pemerintah, baik terkait dengan ketersediaan maupun distribusinya. 
 
Salah satu penyebab kenaikan harga, lanjutnya terutama dikarenakan adanya permintaan yang meningkat di kalangan konsumen, kenaikan biaya distribusi dan psikologi pasar menjelang masuknya bulan Ramadan.
 
"Mau tidak mau, Perpres harus segera dikeluarkan untuk mencegah melonjaknya komoditas harga bahan pokok utama di pasaran. Lebih penting lagi, harus ada kepastian, Perpres itu dilaksanakan.  Jangan sampai ada jarak antara regulasi dengan realitas di lapangan,” kata Rofi  di Jakarta, Senin (25/5/2015).
 
Oleh karena itu, dia mendesak tim pangan yang baru saja dibentuk oleh pemerintah untuk melakukan berbagai langkah terencana, sistematis dan efisien dalam mengendalikan harga pangan yang kini mulai naik.  Untuk itu, kebijakan tim tersebut harus mampu menjangkau hingga ke grass root, agar mampu menjaga stabilitas harga di pasaran sepanjang bulan Ramadan.
 
“Koordinasi antar instansi pemerintah yang menangani permasalahan kenaikan harga barang kebutuhan pokok, hendaknya dapat berjalan dengan sinergis dan saling mendukung. Selain itu, informasi mengenai permintaan dan penawaran barang kebutuhan pokok harus dilakukan dalam sistem tata niaga yang transparan dan berimbang,” tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,