Penyaluran Kredit di Jabar Capai Rp 305,9 Triliun

Penyaluran Kredit di Jabar Capai Rp 305,9 Triliun

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung, 25/4 (Antara) - Sejumlah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait sejumlah program sosialisasi perbankan syariah memungkinkan sektor itu tumbuh signifikan pada 2015, kata Head of Syariah Business Bank OCBC NISP Syariah, Koko T Rachmadi di Bandung, Senin.

"Perbankan syariah optimistis tahun ini menjati titik tolak perkembangan perbankan syariah nasional yang signifikan," kata Koko.

Menurut dia Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan bergulirnya beberpaa program pengembangan dan sosialisasi perbankan syariah kepada masyarakat.

Salah satu kebijakan OJK yang memberikan peluang bagi memberi perbankan syariah adalah kemudahan bagi perbankan syariah melakukan perekrutan laku pandai agar dapat melayani masyarakat hingga pelosok.

"Kebijakan itu sangat mendukung dan strategis, namun tentunya harus didukung dengan kemampuan SDM dan penguatan modal dari pelaku perbankan syariah," katanya.

Ia mengakui, perbankan syariah masih terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan guna lebih bersaing dengan perbankan konvensional. Dari sisi asset perbankan syariah secara nasional masih begitu jomplang, yakni pada kisaran 4,5 persen dari total aset perbankan nasional.

"Penguatan aset ini menjadi salah satu fokus, dan diharapkan peningkatan kinerja dalam beberapa tahun ke depan merangsang pertumbuhan aset bagi perbankan syariah," kata Koko.

Namun demikian, menurut dia bisnis perbankan syariah tetap punya peluang dan prospek positif pada masa mendatang. Pria yang juga tercatat sebagai Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (ASBISINDO) Bidang Literasi ini optimitis tahun ini perbankan syariah bisa bertumbuh menjadi lima persen.

Penguatan jaringan harus terus dilakukan, tak hanya bagi setiap bank namun jejaring antar perbankan syariah itu sendiri, sehingga menjadi lebih besar dan kuat.

Ia mencontohkan, di Bank OCBC NISP menyusun rencana strategis perkuatan jaringan dengan mempersiapkan operasional jaringan di luar Jawa, yaitu Batam dan Pontianak (Kalimantan).

"Penguatan jaringan dilakukan dan diperluas, dan juga siap mengoperasikan office channeling pada setiap cabang," katanya.

Program pembiayaan perumahan masih menjadi segmen mayoritas pebiayaan bank syariah nasional.

"Khusus Bank OCBC NISP, 95 persen pembiayaan adalah KPR melalui Musyarakah, Mutanaqisah, dan Murabahah. Total nilai sekitar Rp 1,7 triliun," katanya.

Tahun ini jumlah nasabah syariah sebanyak 25 ribu orang. Tahun 2015 memproyeksikan pertumbuhan 20-25 persen.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jabar-Banten, Rosmaya Hadi mengatakan secara total, penyaluran kredit dan pembiayaan di Jabar, baik melalui perbankan konvensional maupun syariah nilainya Rp 305,9 triliun.

"Dari sisi pertumbuhan kredit perbankan syariah lebih tinggi sebesar 18,1 persen, namun dari susu nilai perbankan konvensional masih lebih besar, meski pertumbuhannya lebih rendah dan ada perlambatan pada awal 2015 ini," kata Rosmaya Hadi menambahkan. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,