Disperindag Jabar Periksa Beras di 13 Kab/Kota

Disperindag Jabar Periksa Beras di 13 Kab/Kota

Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan, (kedua dari kiri) mendapat penjelasan terkait ketersediaan stok beras di Jawa Barat . (BE)

Bandung -  Sebagai upaya antisiapi keberadaan beras sintetis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat telah melakukan pemantauan dan pengambilan sampel beras dari 13 kabupaten kota di Jawa Barat.
 
"Kami sudah mengambil sample di 13 kabupaten kota. Selain itu ada juga yang memeriksa sendiri seperti Kabupaten Bandung," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arief saat ditemui di Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (26/5/2015).
 
Meski demikian kata Ferry, ia belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan adanya beras sintetis ini di Jawa Barat. Sebab pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang masih dilakukan. Termasuk beras yang berasal dari Bekasi dan terakhir Cianjur. Pasalnya, saat ini kabarnya sampel sudah dikirimkan dan sudah masuk ke laboratorium dan sedang dilakukan pemeriksaan.
 
Secara fisik, menurut Ferry dari sampel yang sudah dikirimkan, dirinya tidak melihat ciri-ciri beras sintetis seperti yang selama ini disampaikan media. Namun demikian, Ferry pun enggan berspekulasi dan memilih untuk menunggu hasil resmi laboratorium. Sebab hasil uji laboratorium yang bisa memastikan, apakah beras itu sintetis atau bukan.
 
"Saya lihat fisik berasnya memang sudah bubuk,artinya tingkat kebubukannya besar. Tapi saya tidak mau berspekulasi, kita tunggu dulu hasil laboratorium," tuturnya.
 
Menurutnya, seluruh sampel beras dari 13 kabupaten kota di Jawa Barat ini sudah dimasukkan ke laboratorium. Sampel-sampel yang diambil dari 13 kabupaten kota ini dipilih secara acak dari pasar-pasar, yang menjadi menjadi pusat peredaran beras. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,