Gina, Anak Bupati Karawang Diperiksa KPK

Gina, Anak Bupati Karawang Diperiksa KPK

Bupati Karawang Ade Swara turun dari kendaraan sebelum menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/10).

Jakarta - Salah seorang anak Bupati Karawang Ade Swara, Gina F Swara diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi, dalam kasus suap dan pencucian uang yang menjerat kedua orang tuanya,  Selasa (21/10/2014).

"Tadi dikonfirmasi seputar aset, berupa sawah dan usaha-usaha saya," kata  Gina, seusai diperiksa penyidik di gedung KPK. Menurutnya, aset berupa tanah yang dikonfirmasi penyidik KPK tersebut atas namanya. Tanah itu terletak di daerah Karawang dengan luas sekitar 700 m2.

"Saya diperiksa karena saya putri Bapak (Bupati Karawang Ade Swara), terus memang ada aset atas nama saya. Hanya ditanyakan dari mana aset itu didapatkan," ujarnya.

Ditanya mengenai dari mana aset-aset yang dimiliki orang tuanya itu, Gina pun tak mau menjelaskan secara detil. Sebagai anak, dia hanya tahu ada sejumlah aset keluarga yang atasnama dirinya. "Namanya orang tua, ya mungkin mengatasnamakan nama anak-nya wajar saja," tegas Gina.

Sejauh ini, Gina mengaku cukup kooperatif dengan KPK terkait kasus dugaan suap yang menjerat kedua orang tuanya. Ia menegaskan, aset-aset yang dimiliki orang tuanya diperoleh jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Karawang.

"Apapun yang dituduhkan, nanti kami akan buktikan di persidangan. Saya juga menambahkan kepada penyidik, bapak dan ibu kami sekeluarga jauh sebelum jadi Bupati memang pedagang. Orang tua saya dagang emas, sarang burung walet, dan banyak lagi. Sebagai anak saya hanya menguatkan, tidak ada indikasi TPPU dalam kasus bapak dan ibu, tapi itu haknya mereka," paparnya.

Diketahui, KPK menangkap Bupati Karawang dan istri beserta enam orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Kamis 17 Juli 2014 lalu. Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita uang senilai Rp 5 miliar yang diduga hasil dari pemerasan.

Setelah diperiksa intensif, KPK menetapkan Ade Swara dan istri sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap PT Tatar Kertabumi, terkait izin penerbitan surat persetujuan pemanfaatan ruang.

Dalam pengembangannya, Ade Swara dan istrinya juga ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang No. 8 tahun 2010, tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,kpk,