Hutan Kritis di Banten Capai 104 Hektar

Hutan Kritis di Banten Capai 104 Hektar

Hutan Kritis di Banten Capai 104 Hektar

Serang - Hutan yang terbilang dalam kondisi kritis di Provinsi banten saat ini mencapai sekitar 104.000 hektar.  "Kami setiap tahun melaksanakan gerakan penghijauan hutan dan lahan," kata Kepala Seksi Rehabiliatsi Lahan Perhutanan dan Sosial Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten Haryadi di Serang, Selasa (21/10).

Menurutnya, dari 104.000 hektar lahan tersebut terdiri atas kawasan hutan milik masyarakat dan hutan lindung yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Penyebabnya karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan.

Di samping itu, penebangan yang dilakukan masyarakat tidak seimbang dengan penanaman. Penyabab lainnya, adanya aktivitas penebangan liar di kawasan hutan lindung hingga ribuan kubik kayu bulat dijual ke luar daerah/tahunnya.

Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota madya terus melaksanakan gerakan penghijauan untuk mengembalikan lagi menjadi hutan hijau. "Kami mengimbau masyarakat menjaga hutan dan lahan agar tidak rusak yang bisa menimbulkan bencana alam," ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Banten memiliki kawasan daerah hulu sehingga perlu dilakukan pelestarian lingkungan alam. Sebab apabila kawasan hutan itu kondisinya kritis, maka dapat menimbulkan kebanjiran, kekerinagn dan longsor.

Kawasan daerah hulu itu berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, termasuk kawasan Gunung kendeng, Gunung Karang, Gunung Halimun dan Gunung Aseupan.  "Kami berkomitmen terus meminimalisasi kerusakan hutan itu dengan melaksanakan gerakan penghijauan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak Kosim Ansori mengatakan, gerakan penghijauan tahun 2014 ditargetkan sekitar 7 juta tanaman keras antara lain mahoni, albasia, trembesi, jabon, jati dan tanaman hortikultura. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,