Harusnya Walikota Cepat Tanggap Soal Saritem

Harusnya Walikota Cepat Tanggap Soal Saritem

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung -  Semenjak polisi berhasil menjaring 169 Pekerja Seks Komersial (PSK) pada minggu lalu, kini menjadi perbincangan nasional mengenai Lokalisasi Saritem. Terkait hal ini Pemkot Bandung menyiapkan beberapa program sebagai antisipasi munculnya kembali praktek prostitusi di kawasan tersebut dengan membentuk Satgas khusus Saritem.


Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha ikut bicara terkait hal ini, menurut dia dengan dibentuknya Satgas khusus Saritem ini terlalu berlebihan. 


"Satgas khusus saya kira terlalu berlebihan. Karena seharusnya dari dulu satgas itu di bentuk. Kalau sekarang sudah terjadi, Walikota jangan pencitraan kembali pada saat hingar bingar persoalan politik," kata dia Rabu (27/5/2015).


Achmad menuturkan seharusnya Walikota cepat tanggap dalam menyelesaikan persoalan lokalisasi Saritem pasca penutupan tahun 2007. Insiden penangkapan PSK pekan lalu, menjadi bukti praktek prostitusi masih beroperasi.


"Sangat disayangkan dengan kepemimpinan Ridwan Kamil, tidak pernah berpikir segera bertindak untuk menyelesaikan masalah saat informasi itu didapat. Saritem itu bagian krusial yang seharusnya tidak lagi muncul," paparnya.


Selain itu, Achmad mengingatkan agar walikota kembali mengurusi warga masyarakat Kota Bandung.


"Kami ingatkan kepada walikota agar jangan terus melakukan ekploitasi diri, kembali kepada rakyat dan mengurusi rakyat. Masih banyak masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, bantaran kereta api dan ada masyarakat yang tinggal di kandang bebek," tambah dia. (Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,