Sopir Bus Pariwisata Dijadikan Tersangka

Sopir Bus Pariwisata Dijadikan Tersangka

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cianjur - Polres Cianjur menetapkan Darikma Hadiningrat (36) sopir bus pariwisata Harum Prima (HP) Trans, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Jalan Ir H Juanda, Kampung Panembong, Desa Mekarsari, Cianjur.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didin Janudin, di Cianjur, Rabu (27/5/2015), mengatakan, pihaknya telah menetapkan sopir bus sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan keterangan tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan sopir dan sejumlah saksi, kami mentetapkan sopir sebagai tersangka. Ada empat saksi, dua penumpang bus, kernet dan seorang saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian," katanya.

Hasil pemeriksaan, ungkap dia, diketahui kondisi rem bus blong. Rem tidak berfungsi sejak bus yang datang dari arah Bogor menuju Bandung itu, melintas Kampung Legok-Panembong, sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Bus sudah mengeluarkan bau hangus serta asap yang tercium hingga ke kursi penumpang. Bus yang membawa rombongan wisata Sekolah Dasar Gentra Taman Kopo Indah Bandung itu, akhirnya semakin tidak terkendali saat memasuki Kampung Panembong.

"Bus awalnya menyerempet suzuki carry dan menghantam enam mobil lain serta tiga sepeda motor. Dari hasil gelar perkara, terdapat dua tempat kejadian perkara yang berdekatan dengan kecelakaan maut tersebut," katanya.

Didin menyebutkan, keenam mobil yang terlibat pada kecelakaan maut tersebut, Suzuki Carry D 1246 KH, mobil box F 8328 UT, truk F 8491 GH, Suzuki APV B 7010 KGA, Suzuki Ertiga F 1749 KS serta angkot F 1991 YT.

Kemudian sepeda motor, Yamaha Mio F 3027 SS, Honda Beat F 6519 YE dan Suzuki Skywave F 3027 SS, dimana pengendara motor Mio, Suparlan (46) serta seorang pejalan kaki atas nama Faiz (22) menjadi korban tewas.

Sejauh ini, tutur dia, polisi masih menetapkan satu tersangka yakni sopir yang dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 310 ayat 1 sampai 4 Undang-undang 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancamannya enam tahun penjara.

Namun, jelas dia, pihaknya akan terus melakukan pengembangan dengan memanggil sejumlah saksi lain, seperti penumpang bus lainnya, pemilik atau perusahaan bus, pemilik dan korban kendaraan lain yang terlibat hingga saksi ahli. Pada saat kejadian, sopir diketahui tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Kita akan periksa saksilain untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Termasuk pemilik atau perusahaan bus untuk menanyakan kondisi bus karena kalau dari pengakuan sopir, dia sudah lama membawa bus dari tahun 1991, kami juga akan memanggil orang tua siswa yang menjadi penumpang dalam bis," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,