Mengejutkan, MU Terlibat Skandal Korupsi FIFA?

Mengejutkan, MU Terlibat Skandal Korupsi FIFA?

Kantor FIFA yang di menjadi sasaran vandal Akibat kekesalan para pecinta bola atas kasus Korupsi di tubuh FIFA

London - Sungguh mengejutkan, sebuah kabar datang dari daratan Inggris. Sebuah klub raksasa Inggris yang bermarkas di  Manchester, yakni  Manchester United (MU) disebut-sebut terlibat dalam skandal korupsi massal induk organisasi sepakbola dunia, FIFA.

Semua bermula dari dakwaan yang ditujukan Jose Hawilia, pemilik perusahaan olahraga yang berbasis di Amerika Serikat, Traffic Sports. Traffic Sports dan Hawilia, diduga berperan aktif dalam korupsi secara besar-besaran di FIFA. Dari pemeriksaan yang dilaksanakan FBI terhadap Hawilia, ternyata ada fakta menarik yang ditemukan.

Seperti dikutip Mirror, Kamis (28/5) FBI sendiri mengendus adanya kerja sama antara Traffic Sports dengan MU. Kecurigaan tersebut semakin kuat setelah FBI menemukan fakta bahwa di situs resmi Traffic Sports, MU diklaim telah menjadi salah satu klub yang bekerja sama dengan mereka.

Kerja sama dengan MU diyakini menjadi salah satu sarana Traffic Sports, khususnya dalam praktik pencucian uang. Namun demikian, kabar tersebut dibantah secara langsung oleh kubu MU.

Sementara itu, manajemen Setan Merah sendiri mengaku tidak pernah menjalani kerja sama dengan Traffic Sports. "Kami tak pernah punya kerja sama langsung dengan mereka," kata seorang juru bicara MU.

"Tapi, kami punya kerjasama dengan Deportivo, klub yang mereka miliki dan kami pikir sudah dijual. Sekali lagi ditegaskan kami tak punya kerja sama finansial dengan Traffic Sports," tambahnya.

Sang juru bicara menjelaskan detail kerjasama dengan kubu Deportivo. Mereka tak menjalin hubungan dalam hal sponsorship.  "Melainkan, kami punya kesepakatan dengan mereka untuk mengirimkan pemain dalam proses seleksi. Jika ada yang bagus, kami harus membawa mereka dari Deportivo. Kerja sama ini sudah diketahui dan disetujui pihak Premier League serta FA," tutur sang juru bicara.

Skandal korupsi besar-besaran FIFA terungkap, setelah FBI menangkap tujuh orang pejabat di Baur au Lac Hotel, Swiss, menjelang pemilihan Presiden FIFA, Kamis hingga Jumat. Selain mereka, masih ada tujuh lainnya yang ditangkap kepolisian di tempat berbeda. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,