Merapi Masih Tertutup untuk Didaki Hingga 15 Juni

Merapi Masih Tertutup untuk Didaki Hingga 15 Juni

Merapi Masih Tertutup untuk Didaki Hingga 15 Juni

Boyolali -  Penutupan jalur pendakian Gunung Merapi khususnya dari wilayah Selo, Boyolali diperpanjang, dari semula 15-30 Mei 2015 menjadi hingga 15 Juni 2015.

Hal itu sebagai respons pemulihan jalur dan tanaman selepasi tewasnya pendaki Erri Yunanto (21), mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Korban tergelincir dari Puncak Garuda dan jatuh di kawah Merapi, pada Sabtu 16 Mei 2015 lalu.  

”Untuk itu, pendakian dari jalur Selo yang awalnya ditutup sampai 30 Mei, berlanjut hingga 15 Juni mendatang,” kata Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Dr. Tri Atmojo, Kamis (28/5/2015).

Tri Atmojo menjelaskan, penataan jalur pendakian bekerja sama dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian serta SAR lingkup DIY - Jawa Tengah. "Semua pendaki dilarang masuk ke puncak Merapi melalui jalur Selo, demi percepatan penataan jalur dan taman gunung setempat,” katanya.     

Larangan itu juga mengacu pada Pasal 32 UU No. 5/1990, tentang Kawasan Taman Nasional yang dikelola dengan sistem zonasi (terdiri atas zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, dan zona lain sesuai keperluan) dan Peraturan Menteri Kehutanan No. 56/2006, tentang Pengelolaan Zonasi Taman Nasional. Di dalamnya diatur kawasan zona inti taman nasional, yang merupakan kawasan terlarang bagi pengunjung.

Mengenai konteks penataan jalur pendakian Merapi, Tri Atmojo menjelaskan penataan tidak dimaksudkan sebagai larangan pendakian selamanya. Tetapi untuk membuat jalur pendakian semakin aman dengan tetap menjaga asas konservasi. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,