Ratusan Siswa di Cianjur Belajar Berdesak-desakan

Ratusan Siswa di Cianjur Belajar Berdesak-desakan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cianjur - Ratusan siswa kelas jauh SDN Cikancana II di Kampung Cimapag, Desa Cinta Asih, Kecamatan Gekbrong, Cianjur,  terpaksa harus menjalani proses belajar-mengajar secara berdesakan dalam satu kelas.

Hal itu, kata Dadan Sasmita, seorang guru di SND Cikancana II, di Cianjur, Kamis (28/5/2015), karena hingga saat ini, ruang kelas yang dimiliki sekolah yang terletak beberapa kilometer dari pusat Kabupaten Cianjur itu, hanya memiliki tiga ruang kelas.

Akibatnya satu ruangan terpaksa digunakan untuk 2 kelas, termasuk satu bangku tidak jarang digunakan tiga sampai empat orang siswa.

"Seperti ruangan ini, digunakan belajar mengajar kelas 1 dan kelas 2 secara bersamaan. Begitu pula dengan dua ruangan lainnya digunakan siswa kelas III dan IV, kelas V dan VI secara bersamaan . Termasuk enam guru yang ada, menggunakan ruang kelas merangkap ruang kantor," katanya .

Selama ini, ungkap dia, pihaknya telah mengajukan permohonan untuk penambahan ruang kelas ke dinas terkait di Pemkab Cianjur karena sejak berdiri tahun 2012, jumlah murid yang mendaftar ke sekolah tersebut terus bertambah.

Bahkan, ungkap dia, sejak satu tahun terakhir, jumlah siswa baru yang mendaftar ke sekolah tersebut melebihi kuota. Namun pihaknya tidak dapat menolak dan mengarahkan ke sekolah lain karena jarak yang jauh.

"Siswa yang paling dekat ya dari kampung di sekitar sekolah, sebagian besar mereka tinggal jauh dari sekolah. Bahkan ada puluhan siswa yang harus berjalan 2 kilometer untuk sampai ke sekolah ini, termasuk menyeberangi sungai terlebih dahulu. Sekolah dasar yang lebih dekat di kecamatan lain dengan jarak 5 kilometer," katanya.

Meskipun tidak mengeluhkan minimnya ruang kelas, pihaknya berharap kepala dinas dan bupati datang langsung melihat proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Indek prestasi siswa di sekolah ini sulit ditingkatkan karena satu ruangan digunakan secara bersamaan dengan kelas lain.

Selain itu, tutur dia, setiap akhir pekan tepatnya Sabtu dan Minggu, tiga ruang kelas tersebut digunakan 180 orang siswa kejar paket A, B dan C, usai siswa sekolah dasar menjalani proses belajar mengajar.

"Awal berdirinya sekolah ini, dari tanah hibah yang saya berikan ke dinas pendidikan karena sebelumnya ratusan siswa kejar paket dan siswa sekolah dasar belajar di rumah yang saya sewa di dekat rumah. Namun jumlahnya terus bertambah dan saya mendapat tawaran untuk mendirikan sekolah kelas jauh," katanya.

Neneng, seorang wali kelas di SDN Cikancana II mengatakan, kesulitan untuk meningkatkan indek prestasi dan daya tangkap siswa didiknya karena harus memberikan materi bersamaan dengan siswa kelas yang lebih tinggi.

Dia berharap pemerintah dapat membantu membangun ruang kelas baru agar siswa didiknya dapat menjalani proses belajar-mengajar dengan tenang dan penuh konsentrasi.

"Selama ini, siswa kelas I dan kelas II serta siswa kelas lainnya, belajar bersamaan di dalam satu ruangan, sehingga sulit menangkap pelajaran," katanya.(AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,