Kongres Tahunan Ke-65 FIFA Diwarnai Ancaman Bom

Kongres Tahunan Ke-65 FIFA Diwarnai Ancaman Bom

Kongres Tahunan Ke-65 FIFA sempat terhenti dan Diwarnai Ancaman Bom. (haaretz)

Zurich  - Polisi Zurich mengonfirmasi, Jumat (29/5/2015) mereka merespon ancaman bom di arena tempat FIFA menyelenggarakan kongres tahunannya, di tengah skandal korupsi masif yang menghantam badan sepak boladunia itu. 

Juru bicara polisi Zurich, Brigitte Vogt mengonfirmasi kepada AFP, ancaman bom diterima di arena. "Polisi sudah berada di sana," ucapnya yang menolak untuk memberikan detail lebih lanjut.
 
Sebelumnya, Presiden FIFA Sepp Blatter berkata kepada anggota FIFA, mereka harus membantu untuk memperbaiki FIFA sekarang juga, di tengah berbagai tudingan kasus korupsi. "Bergabunglah bersama kami dalam membawa FIFA kembali ke jalur yang benar, di mana kapal akan berhenti berguncang dan dengan tenang menuju pelabuhan," kata Blatter, pada kongres FIFA ke-65 di Zurich.

"Ini merupakan masalah kepercayaan, komitmen, dan keinginan untuk melakukannya." "Mari lakukan hal itu... mari lakukan sekarang juga."

Seperti diketahui, pada Rabu sebanyak tujuh pejabat papan atas FIFA ditahan di Zurich pada penyergapan yang dilakukan pada dini hari oleh polisi Swiss, yang bertindak atas permintaan AS dalam skandal korupsi terkini yang menghantam badan tersebut.

"Beberapa sosok yang bersalah merupakan individu-individu, bukan keseluruhan organisasi," tegas Blatter (79), yang berupaya untuk kembali menjadi Presiden FIFA kelimakalinya saat pengambilan suara dilakukan pada Jumat (29/5) malam.

Blatter menyebut, beberapa penangkapan di Swiss terjadi pada waktu yang sangat tepat untuk memberikan  dampak kepada kongres. "Saya tidak akan menggunakan kata kebetulan, tapi saya akan menggunakan tanda tanya kecil perihal pemilihan waktunya," tambahnya.

Berbagai dugaan korupsi pun telah menghantam FIFA sejak mereka memberikan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 kepada Rusia dan Qatar. "Jika dua negara lain keluar dari amplop-amplop, kami tidak akan memiliki masalah ini, tetapi kita tidak dapat memutar ulang waktu," keluh Blatter. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,