JAPI Desak Jokowi Produksi Sendiri Obat HIV/AIDS

JAPI Desak Jokowi Produksi Sendiri Obat HIV/AIDS

JAPI Desak Jokowi Produksi Sendiri Obat HIV/AIDS

Bandung - Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI) Jabar menggelar aksi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, Selasa (21/10/2014), mendesak Pemerintah Indonesia yang dipimpin Joko Widodo (Jokowi) untuk mampu memproduksi sendiri obat anti retroviral virus (ARV) satu-satunya obat bagi orang dengan HIV/AIDS.

Koordinator JAPI Jabar Dion Nuryandi mengatakan dengan memproduksi sendiri, maka Indonesia akan terlepas dari ketergantungan pasokan obat tersebut dari negara lain.

"Jangan menganggap negara kita ini tidak mampu, sebenarnya kita sudah mampu memproduksi ARV," kata Dion.

Ia menuturkan, Indonesia terdapat 43.677 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mengonsumsi ARV dengan pembeliannya dibantu negara lain.

Sementara, lanjut dia, biaya pembelian ARV bersifat bantuan stimulus, sehingga nanti dipastikan pembelian ARV menggunakan anggaran pemerintah Indonesia.

"Ini akan membebani negara, setiap tahunnya per orang (ODHA) memerlukan 10 ribu dolar Amerika untuk membeli ARV," katanya.

Ia mengungkapkan, ketergantungan obat dari luar negeri itu disebabkan terikatnya perjanjian WTO terkait hak kekayaan intelektual yang tertuang dalam klausul TRIPs.

Berdasarkan perjanjian itu, menurut dia, Indonesia tidak diperbolehkan memproduksi obat ARV atau jenis obat lainnya untuk kanker, jantung, lupus, dan leukimia.

"Maka dari itu kami menuntut pemerintah membatalkan dan keluar dari perjanjian itu, agar bisa memproduksi sendiri obat-obatan esensial," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,