PSG Capai Raihan Empat Gelar

PSG Capai Raihan Empat Gelar

Paris - Juara Liga Prancis Paris Saint Germain, mengklaim pencapaian raihan empat gelar (quadruple) pada Minggu (31/5/2015) WIB dengan menang 1-0 atas Auxerred untuk memenangi gelar Piala Prancis.

Tandukan Edinson Cavani pada menit ke-64 mengunci gelar lain untuk klub Paris ini, yang telah memenangi mahkota Liga Utama Prancis (Ligue 1) serta Champions' Trophy dan Piala Liga -- tiga trofi lain yang dapat dimenangi di sepak bola Prancis.

Piala Prancis merupakan satu-satunya gelar domestik yang absen dari lemari PSG sejak mereka diambil alih para pemilik asal Qatar pada 2011.

Menjadi favorit kuat sejak sebelum pertandingan dimulai, PSG hanya memerlukan gol Cavani di babak kedua untuk meraih apa yang tidak pernah dicapai klub lain di Prancis, dan mengamankan Piala Prancis kesembilan mereka.

"Kami menjalani musim yang hebat. Apa yang kami lakukan adalah hal unik. Kami bermain di PSG untuk momen-momen seperti ini," kata gelandang Blaise Matuidi.

"Kami mungkin memiliki penyesalan dari Liga Champions, namun kami kalah dari monster (Barcelona)." "Penting juga untuk memberi penghormatan yang lain kepada Auxerre, yang memainkan pertandingan bagus dan menimbulkan sejumlah masalah kepada kami," tambah bintang internasional Prancis itu.

"Ini merupakan musim yang panjang, namun pada akhirnya, kami mencapai sesuatu yang istimewa. Kami memiliki pemain-pemain mengagumkan di sini dan kami sangat gembira dengan apa yang telah kami lakukan. Sekarang adalah waktu untuk merayakannya." PSG menutup musim dengan torehan gemilang, di mana mereka meraih Piala Prancis pertamanya sejak 2010, namun hal itu tidak terlihat semudah yang dibayangkan bagi salah satu klub terkaya di dunia itu.

Klub Ligue 2 Auxerre, yang finis di peringkat kesembilan di musim ketiga mereka secara beruntun di kompetisi strata kedua Prancis, mengandalkan serangan balik dan bola-bola panjang untuk menimbulkan masalah bagi PSG yang turun dengan kekuatan penuh, dan itu membuat mereka memerlukan waktu satu jam untuk memecahkan kebuntuan.

Kapten Thiago Silva kembali dari cedera paha untuk bermain di final, demikian juga Zlatan Ibrahimovic, yang juga tampil sejak awal meski mengalami sedikit masalah pada betisnya. Satu-satunya pemain utama yang absen adalah Javier Pastore, yang terkena skors.

Tidak ada rekor untuk Ibrahimovic Pasukan Laurent Blanc telah memperlihatkan bahwa mereka berada selangkah di depan atas semua rivalnya di musim 2014/2015, namun Auxerre mampu menahan sang raksasa ibukota itu yang berupaya menyapu bersih semua gelar domestik.

Bahkan penyerang Ibrahimovic gagal mencetak gol, di mana ia kalah pada kedua duelnya dengan Donovan Leon di gawang Auxerre pada menit ke-31 dan 36.

Raksasa Swedia itu telah bermimpi untuk melewati rekor 109 gol untuk PSG milik Pauleta, namun ia masih akan harus menunggu sampai musim depan sebab rekor golnya terhenti pada 106 gol.

Thiago Motta menjadi ancaman utama pada babak pertama ketika sepakan jarak jauhnya mengenai bagian kanan atas gawang lima menit sebelum turun minum.

Kiper Auxerre Leon (22) tidak memerlukan bantuan untuk menahan tandukan Cavani dari umpan silang Maxwell pada babak kedua.

Namun pada menit ke-64, penyerang Uruguay itu kembali melompat tinggi di jantung pertahanan untuk melepaskan tandukan keras ke bagian bawah mistar dan masuk ke dalam gawang.

Upaya kurang meyakinkan dari Amara Baby atau Cheick Fantamady Diarra untuk klub Burgundy itu tidak pernah merepotkan spesialis Piala PSG Nicolas Douchez, yang menjaga gawangnya tidak kemasukan sama sekali untuk keempat kalinya di turnamen ini.

Pada perjalanannya ke Stade de France, PSG menaklukkan rival-rival di Ligue 1 yakni Montpellier, Bordeaux, Nantes, Monaco, dan Saint-Etienne.

Terdegradasi pada 2012, Auxerre, yang sempat diperkuat Eric Cantona, Abou Diaby, dan Bacary Sagna, memenangi gelar 'double' liga dan piala di bawah asuhan pelatih legendaris Guy Roux pada 1996, serta pernah mengangkat piala ini pada 1994, 2003, dan 2005.

Kemenangan PSG berarti Bordeaux, yang menghuni peringkat keenam di liga, sekarang lolos ke Liga Europa, sedangkan runner up Ligue 1 Lyon akan bermain di Champions' Trophy edisi berikutnya. (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,