'Unpad Merespons' Bahas Komunikasi Politik Jokowi - JK

'Unpad Merespons' Bahas Komunikasi Politik Jokowi - JK

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung -  Pertengahan Mei 2015 lalu, keriuhan terjadi di kancah politik nasional ketika mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merespon pernyataan Menteri ESDM, Sudirman Said, yang mengatakan upaya pemberantasan mafia migas di era pemerintahan sebelumnya selalu terhenti di kantor kepresidenan.

 "Sebelumnya pada pertengahan Desember 2014 lalu, Menteri Perekonomian Sofyan Djalil juga pernah mengatakan, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena kesalahan kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan era sebelumnya. Tentu pernyataan itu mendapat respon “panas” dari kubu yang dituding,” ujar Kepala UPT Humas Unpad, Soni  A. Nulhaqim dalam siaran persnya, Minggu (31/5/2015) malam.

Presiden Jokowi sendiri juga beberapa kali melontarkan pernyataan yang mengundang perdebatan politik. Pada April 2015 lalu, Jokowi merespon polemik terbitnya Peraturan Presiden tentang Pemberian fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan. Ia mengatakan, dirinya tidak 100 persen mengetahui seluruh perpres yang ditandantanganinya. Yang paling terkenal ucapan “Bukan Urusan Saya” yang sering dilontarkan Jokowi.

Seakan ingin mengantisipasi terjadinya blunder komunikasi, Istana Kepresidenan akhirnya menunjuk Teten Masduki dan Sukardi Rinakit sebagai tim komunikasi, yang bertugas memaparkan lebih lanjut kebijakan dan pernyataan Presiden.  Belum satu bulan bekerja, masih perlu waktu untuk melihat hasil kerja dari duo tim komunikasi itu.

"Ada apa dengan komunikasi politik pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla? Untuk membahas hal itu, Universitas Padjadjaran Bandung akan menyelenggarakan Unpad Merespons lewat diskusi bertema “Komunikasi Politik Kabinet Kerja Joko Widodo – Jusuf Kalla”, pada Rabu 3 Juni 2015 di Executive Lounge Lantai 2, Gedung Rektorat Unpad, Jl. Dipatiukur No. 35 Bandung,” paparnya.

Dikusi menghadirkan Fachry Ali, MA, PhD. (Peneliti dan penulis buku-buku politik); Dr. Evie Ariadne Shinta Dewi, M.Pd. (Dosen Komunikasi Politik Fikom Unpad); Moh. Ridlo Eisy, Ir, M.Si. (Praktisi media dan anggota Dewan Pers Indonesia). (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,