Kisruh Soal PRJ, Hubungan Ahok dan Djarot Memanas

Kisruh Soal PRJ, Hubungan Ahok dan Djarot Memanas

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (kanan) beserta Wakil Gubernur DKI Djarot

Jakarta -  Mulai memanas, hubungan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.  Hal tersebut berawal dari kekesalan Ahok terhadap buruknya penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Senayan.
 
Secara langsung Ahok geram kepada Djarot karena wakilnya itu dinilai terlalu membela pihak penyenggara PRJ. Bahkan, dalam kaitan itu Ahok sampai-sampai menyebut bahwa Djarot sebenarnya bukanlah pasangannya dalam memimpin Jakarta. "Untuk kasus Pak Djarot di DKI ini, Wakil Gubernur bukan pasangan Gubernur," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/5/2015).

Menurut Ahok, Djarot dilantik langsung oleh dirinya untuk menduduki jabatan Wakil Gubernur, dengan berlandaskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2015. Sedangkan penggunaan Perppu pada saat itu memberi kewenangan kepada dirinya, untuk memilih langsung wakilnya dan mengajukannya kepada Presiden. 

Djarot pun dilantik langsung oleh Ahok pada tanggal 17 Desember 2014. Djarot tidak dilantik oleh DPRD DKI, sebagaimana lazimnya seorang wakil gubernur dilantik. Dengan begitu, Ahok mengatakan, posisi Djarot sebenarnya tidak berbeda dengan posisi 4 Deputi Gubernur, yang selama ini membantunya merumuskan kebijakan di DKI. "Dia itu enggak beda dengan jabatan deputi sebetulnya," tegasnya.

Kekesalan Ahok tersebut disebabkan tindakan Djarot yang tanpa koordinasi memberikan izin kepada pelaksana Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan. 

Pemprov DKI, sebenarnya tidak ingin memberikan izin penyelenggaraan acara tersebut, karena mensinyalir pihak penyelenggara acara sebenarnya hanya ingin mencari untung dengan mencatut nama Pemprov DKI. "Pak Djarot ini dia pikir mau menolong yang kecil. Dia enggak tahu kalau yang kecil banyak juga yang main di kita," tambah Ahok. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,