Evaluasi PSSI Diserahkan pada Menteri Pemuda dan Olahraga

Evaluasi PSSI Diserahkan pada Menteri Pemuda dan Olahraga

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyerahkan sepenuhnya evaluasi organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrawi.


"Nantilah, biar menpora yang evaluasi. Lihat saja," kata Kalla, di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Kalibaru Jakarta Utara, Senin (1/6/2015).

Kalla enggan menanggapi lebih lanjut terkait kisruh PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang berimbas pasa pemberian sanksi oleh Federasi Sepaksola Internasional (FIFA). Tentang ini, Kalla dan Presiden Jokowi sempat "berbeda pandangan". 

Sebelumnya, FIFA secara resmi telah memberikan sanksi kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia karena dinilai telah melanggar statuta FIFA.

"Dengan segala hormat, kami menyampaikan bahwa Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan, sesuai dengan Statuta FIFA pasal 14 ayat 1 bahwa PSSI telah disanksi dengan efek yang sesegera mungkin dan berlaku sampai PSSI dapat memenuhi Statuta FIFA pasal 13 dan 17," demikian seperti dikutip surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/5).

PSSI dianggap melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17 atas intervensi oleh pihak luar, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia.

"Komite Eksekutif FIFA memutuskan Kemenpora RI dan BOPI telah mengintervensi Kepengurusan PSSI dan membawa PSSI melanggar Statuta FIFA pasal 13 dan 17," jelas surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, itu.
Dengan adanya sanksi tersebut, PSSI yang menjadi induk olahraga sepak bola Indonesia kehilangan keanggotaannya dan timnas Indonesia dilarang mengikuti kegiatan skala internasional yang diadakan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Pada saat sanksi berlangsung, PSSI kehilangan hak keanggotaan mereka (Statuta FIFA pasal 12 ayat 1) dan seluruh tim di Indonesia (klub dan tim nasional) dilarang mengikuti kompetisi internasional yang diadakan FIFA dan AFC (Statuta FIFA pasal 14 ayat 3)," jelas surat tersebut.

PSSI juga tidak lagi berhak menerima keuntungan dari FIFA maupun AFC.

"Sanksi FIFA juga melarang anggota dan ofisial menerima keuntungan dari FIFA dan AFC seperti Program Pengembangan, Kursus, atau Pelatihan saat Sanksi berlansung," demikian surat FIFA.

Akan tetapi federasi sepakbola dunia tersebut tetap memberi kesempatan pada timnas Indonesia U-23 untuk tetap berlaga di ajang SEA Games 2015 di Singapura.(Ode)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,