Diamankan 2,4 Ton Daging Sapi Gelonggongan Siap Edar

Diamankan 2,4 Ton Daging Sapi Gelonggongan Siap Edar

Sedikitnya 2,4 ton daging siap edar beserta seorang warga, Agus Subianto alias Anto berhasil diamankan aparat Kepolisian Resor Tulungagung.(Net)

Tulungagung -  Sedikitnya 2,4 ton daging siap edar beserta seorang warga, Agus Subianto alias Anto berhasil diamankan aparat Kepolisian Resor Tulungagung, saat membongkar praktik gelonggongan atau memasukkan air ke dalam badan sapi di lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung.
 
"Seluruh daging yang diamankan berasal dari empat ekor sapi yang sudah digelonggong," kata Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Praja Paksa. Selain itu, 10 pisau, empat kapak, tiga pengasah senjata tajam, satu selang air sepanjang 10 meter, satu unit pompa air dan dua unit mobil pikap turut diamankan sebagai barang bukti.
 
Kasus daging gelonggongan memang bukanlah fenomena baru. Biasanya praktik yang merugikan masyarakat itu kerap muncul setiap menjelang bulan puasa. Apa yang dilakukan pelaku untuk meraih keuntungan lebih dari praktik ini, yakni dari mulut sapi yang hendak disembelih, pelaku memasukkan air sebanyak banyaknya dengan menggunakan selang. Sehingga  kadar air di dalam tubuh sapi menjadi berlebih dan berdampak pada bobot timbangannya.
 
Menurutnya, tindakan tersebut jelas sangat merugikan konsumen, mengingat harga yang harus dibayar tak sesuai dengan bobot sapi yang sebenarnya. Bahkan, daging gelonggongan juga mudah busuk dan tidak memenuhi syarat kesehatan.
 
Sebelum menggerebek lokasi praktik sapi gelonggongan tersebut, petugas reserse dan kriminal, lanjutnya sempat melakukan pengintaian selama beberapa hari dan saat digerebek proses gelonggongan sapi sedang berlangsung. Praktik ini juga terbongkar atas adanya laporan dari masyarakat. "Kita awalnya mendapat laporan dari masyarakat. Setelah diselidiki ternyata benar," katanya.
 
Sementara itu, Anto diketahui sudah menjalankan praktik gelonggongan ini selama setahun. Daging tersebut  dijual ke sejumlah pedagang daging yang membuka lapak di pasar tradisional dan desa di Tulungagung. Pihak kepolisian pun masih mengembangkan penyelidikan, karena tidak tertutup kemungkinan praktik gelonggong ini dilakukan secara jaringan dengan melibatkan pihak lainnya.
 
"Pelaku akan dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," katanya. Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung langsung menguji daging yang diamankan petugas kepolisian. Menurut keterangan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan, Dewi Brahmawanti, kadar air pada daging mencapai 82 persen.
 
"Untuk daging normal kadar air pada kisaran 60-76 persen. Batas maksimal toleransi 75 persen. Artinya semua daging yang diamankan tersebut dipastikan hasil gelonggongan," tegasnya.
 
Air yang dimasukkan ke dalam tubuh hewan pun biasanya dibiarkan meresap selama 1-2 jam. Setelah itu baru disembelih. Daging gelonggongan hanya mampu bertahan 3-4 jam di ruang terbuka. Secara klinis, daging terlihat pucat dan berair, dan setelah 3-4 jam dipastikan terjadi pembusukan. "Sementara daging normal di ruang terbuka mampu bertahan delapan jam. Oleh karenanya daging gelonggongan berbahaya bagi kesehatan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:kriminal,