Blatter Menunggu Nasib!

Blatter Menunggu Nasib!

ilustrasi by rzl

MANTAN Presiden FIFA, Sepp Blatter yang baru saja mengundurkan diri dari kursi empuknya, santer disebut-sebut bakal menjadi sasaran berikutnya bagi Kejaksaan di Amerika Serikat untuk dijadikan pesakitan. Buktinya, dalam waktu dekat mantan orang nomor satu di organisasi tertinggi di sepak bola dunia itu, juga bakal diinterogasi oleh otoritas pengadilan di negara Paman Sam tersebut.

 

Meski belum disebutkan secara pasti kapan Blatter akan diperiksa, namun kabar tersebut sudah santer kemana-mana. Bahkan media massa dunia, baik cetak, internet maupun televisi, sudah memberitakan tentang bakal diinterogasinya Sepp Blatter.

 

Memang kasus suap yang melibatkan petinggi FIFA ini menjadi kajian menarik bagi media massa dunia. Kalau di Indonesia mungkin sama menariknya dengan kasus perseteruan PSSI melawan Menpora, sehingga menyebabkan terhentinya kompetisi di semua level yang akhirnya Indonesia pun terkena sanksi dari FIFA.

 

Terkait dengan pemanggilan Blatter oleh Kejaksaan di Amerika Serikat tersebut, orang pun mulai  menebak-nebak bakal seperti apa persoalan yang memang sudah cukup banyak memakan korban sebagai tersangka dalam kasus yang kini makin melebar kemana-mana tersebut.

 

Seperti diketahui, 14 petinggi FIFA sudah diciduk sebelum kongres FIFA pekan lalu digelar. Bukan tidak mungkin dalam waktu yang terus berjalan seiring dengan waktu, bakal muncul  nama tersangka baru dalam kasus besar  di organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.

 

Tak hanya itu, dua penjabat senior FIFA yaitu Jack Warner dan Nicolás Leoz, sudah ditahan bersama-sama dengan empat pengusaha  yaitu Alejandro Burzaco, Hugo, Mariano Jinkis, dan José Margulies dalam kasus suap yang melanda FIFA.

 

Terakhir, salah satu petinggi FIFA yang juga mantan administrator FIFA, Chuck Blazer memberikan pengakuan terkait suap yang menerpa Federasi Sepak Bola Tertinggi dunia tersebut. Dia membenarkan sudah memfasilitasi aksi penyuapan di Piala Dunia 1998 Prancis  dan 2010 Afrika Selatan.

 

Selama ini Blazer bekerja di FIFA dan menjadi salah satu Exco FIFA sejak 1996 hingga 2013. Tak hanya itu, dia juga merupakan mantan Sekjen CONCACAF. Blazer diketahui merupakan salah satu dari 14 petinggi FIFA yang diciduk sebelum kongres FIFA  pekan lalu.Terkait kasus yang melibatkan dirinya, Blazer secara terang-terangan dan tak ragu mengaku, kalau dirinya sepakat dengan seseorang pada 1992 untuk memfasilitasi suap yang berkaitan dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 1998. Tak hanya itu, pada awal 2004 sampai 2011, dia dan anggota Exco lainnya setuju untuk menerima suap yang berkaitan dengan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Kasus lama

Usut punya usut, ternyata pengakuan Blazer tersebut sudah lama dirilisnya yaitu pada tahun 2013 lalu. Namun, baru mulai ramai diungkapkan pada Rabu (3/6/2015). Meski demikian, bak gayung bersambut, kasus ini pun terus diusut dengan semua petinggi FIFA yang masih menjabat ataupun sudah pensiun dijadikan target pemeriksaan.

 

Ibarat pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga atau serapat-rapatnya menyimpan bangkai, akhirnya akan tercium juga baunya. Begitu pula dengan kasus korupsi yang dapat dikategorikan massal di tubuh FIFA kali ini. Meskipun terus ditutup-tutupi, akhirnya mencuat juga ke permukaan.

 

Terus terang efeknya sangat luar biasa, selain jumlahnya sangat wah, kasus ini juga ternyata melibatkan banyak orang termasuk para petinggi FIFA di dalamnya. Masyarakat sepak bola dunia pun akhirnya tahu, betapa keroposnya organisasi tertinggi di sepak bola ini.

 

Genderang perang sudah ditabuh dan terompet penuntasan korupsi di tubuh FIFA sudah ditiup. Sekarang lah saatnya untuk membersihkan FIFA dari orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu yang hanya memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan pribadi atau golongan. Kasus ini harus dituntaskan sampai ke akar-akarnya. Siapapun yang salah dia harus dihukum demi tegaknya kebenaran. Kita tunggu saja bagaimana guliran bola emas korupsi FIFA kali ini. (AY)

.

Categories:PenaCikal,
Tags:,