Malik Moestaram Bidik Tenun Ikat Garut dari Bahan Sutra

Malik Moestaram Bidik Tenun Ikat Garut dari Bahan Sutra

Beberapa Karya Malik Mustaram yang diperagakan beberapa waktu lalu. (-Foto: WaOde -)

Bandung- Tenun ikat di Indonesia, sudah lama dikenal keberadaannya. Tiap daerah memiliki ciri khas kain dengan berbagai kreasinya. Biasanya daerah timur seperti tenun ikat NusaTenggara Timur (NTT), dan  Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tenun khas Makassar yang memiliki khas tersendiri. Demikian pula daerah-daerah lainnya di Indonesia. 

Di Jawa Barat, tenun ikat yang paling menonjol datang dari Kabupaten Garut. Daerah ini sangat dikenal dengan khas dodolnya serta batik garutannya. Belakangan muncul tenun ikat Garut  yang cukup menyita perhatian, karena mulai menyentuh bahan-bahan sutra alam.
 
Keberadaan tenun ikat Garut dari bahan sutra alam ini dimanfaatkan seperti yang dilakukan desainer terkenal nasional khususnya Bandung, Malik Moestaram. Pria yang dikenal dengan kreativitas tinggi ini pada acara "Sehat, Cantik, Modis Bersama Easecox" baru-baru ini di Hotel Citarum Bandung, pengunjung ikut menikmati kreasi Malik Moestaram lewat tenun ikat Garut. 
Setiap potong tenun ikat Garut, kata Malik hanya diperuntukan sepanjang 3 meter saja. 
 
"Ya saya kemudian mencoba kolaborasi dengan para pengrajin penenun di daerah Garut, hasilnya cukup membanggakan, di atas motif flora yang banyak bermain dengan situasi alam, sehingga unsur daun dan bunga-bunga ikut menginspirasi tenun ikat Garut, saya tinggal memainkan pola potongan gaun, tetapi tetap ready to wear untuk berbagai kesempatan," kata Malik Moestaram disela-sela acara pergelaran busana  pada seminar Easecox.
 
Malik tetap mempertahankan warna dasar tenun ikat Garut yang banyak bermain dalam warna-warna soft seperti pastel, abu muda, hijau pupus, dan merah lembut. Kombinasi bahan inilah dibangun dalam sentuhan ornamen seperti akrilik, metal, payet ditenpatkan banyak di depan busana sehingga tidak menenggelamkan corak aslinya. 
 
Menurut Malik, mengangkat tenun ikat Garut atau memanfaatkan bahan batik yang sudah bercorak, tidak perlu lagi diubah. "Kita justru diuntungkan sebagai desainer, karena tinggal memberi penekanan pada motif yang ada, memang pemilihan bahan seperti sutra sangat diuntungkan agar pakaian tampak mewah. Pemberian ornamen memang perlu agar bahan busana tampak berbeda dan tetap elegan," kata Malik menambahkan. 
 
Siang itu, Malik Moestaram juga masih menurunkan karyanya dengan balutan busana Muslim. Menyongsong bulan Ramadan yang tinggal dua minggu ini, desainer kreatif ini sudah menyiapkan berbagai rancangan warna, terutama menonjolkan putih agar cocok dengan situasi Ramadan dan Idul Fitri yang suci. (Ode)** 
.

Categories:Fesyen,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait