89 Orang Hilang di Gunung Kinabalu Saat Gempa 6 SR

89 Orang Hilang di Gunung Kinabalu Saat Gempa 6 SR

sekitar 200 pendaki terjebak di Gunung Kinabalu, dan 89 di antaranya bahkan dinyatakan hilang setelah dihantam gempa bumi berkekuatan 6 pada skala Richter, Jumat (5/6).

Kota Kinabalu - Sabah, salah satu wilayah Malaysia yang terletak di Pulau Kalimantan diguncang gempa berkekuatan 6 pada skala Richter, Jumat (5/6).
 
Berdasarkan keterangan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), lindu terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Episentrumnya berada di titik 19 km dari Kota Ranau, atau 54 km dari Kota Kinabalu. Gempa mengguncang bangunan dan membuat kaca bergetar. Semua orang berlarian dari rumah, toko. Kepanikan juga terjadi di Bandara Internasional Kota Kinabalu. 

Salah seorang warga Kota Kinabalu mengatakan, guncangan terjadi sekitar 15 detik. "Rasanya seperti truk menabrak dinding bata," katanya, seperti dilansir Straits Time. Sejumlah foto pascagempa pun diunggah warga di situs media sosial. Barang-barang yang berjatuhan dari rak toko, air Kolam Panas Poring di Ranau yang berubah warga pascagempa, juga jalan yang retak akibat kerasnya guncangan. 

Pada sisi lain, sekitar 200 pendaki terjebak di Gunung Kinabalu, dan 89 di antaranya bahkan dinyatakan hilang. Departemen Kebakaran dan SAR Sabah atau Sabah Fire and Rescue Department mengonfirmasi, 195 pendaki lokal dan mancanegara serta 43 pemandu terjebak di gunung setinggi 4.095 meter itu.
 
Sementara informasi dari para pemandu menyebutkan, ada 89 orang yang masih dinyatakan hilang. Diduga mereka masih terjebak atau terluka. Jalur pendakian dari kmr 7,5 ke atas menuju Laban Rata tak bisa dilewati, menyusul terjadinya guguran batu atau tanah longsor. 

Pada ketinggian 3.272 di Laban Rata, seorang pendaki asing dilaporkan terluka. Perempuan itu menderita patah kaki. "Operasi penyelamatan terus dilakukan di Gunung Kinabalu. Ada laporan sejumlah pendaki masih terjebak atau terluka," kata Menteri Pariwisata, Budaya, dan Lingkungan negara bagian, Datuk Masidi Manjun dalam Twitter-nya, seperti dimuat The Malaysia Insider.

Seorang pendaki dengan akun Facebook Charlene Dmp memposting foto sekumpulan pendaki yang menanti helikopter SAR dengan cemas di dataran tinggi dekat puncak gunung. "Kami tak mungkin turun saat ini karena 'banyak batu-batu jatuh'. Tak aman untuk menuruni gunung karena masih ada tremor," sebutnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,