Terancam Wabah MERS, 3.000 Warga Korsel Dikarantina

Terancam Wabah MERS, 3.000 Warga Korsel Dikarantina

Seoul -  Menyusul adanya wabah  Middle East Respiratory Syndrome (MERS), lebih dari 3.000 orang di Korea Selatan (Korsel) dikarantina. Hingga saat ini, empat orang tewas akibat penyakit tersebut di Korsel.
 
Pihak berwenang Korsel memastikan adanya lima kasus baru pada virus tersebut. Total kasus yang terkonfirmasi saat ini dilaporkan mencapai 41. Wabah kali ini merupakan yang terbesar di Arab Saudi, di mana penyakit itu dideteksi pertama kali pada 2012. Sejak saat itu, MERS sudah menewaskan 440 jiwa.
 
Diberitakan Independent, Jumat (5/6/2015) petugas medis di Korsel menyarankan lebih dari 3.000 warga untuk tetap di rumah (dikarantina). Mereka bisa melakukan karantina secara sukarela atau dikarantina pada fasilitas medis. Kritikan kini mewarnai Presiden Park Geun-Hye. Dia dianggap tidak berupaya penuh untuk mengatasi wabah terebut.
 
Walikota Seoul Park Won-Soon menyuarakan kekhawatirannya, bahwa pemerintah menyembunyikan fakta, seorang dokter yang terinfeksi virus mengunjungi sebuah pertemuan yang diikuti 1.500 orang meski sudah dikarantina. Wabah ini sendiri bisa dilacak dari seorang pria berusia 68 tahun yang bepergian ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pria itu pun terinfeksi dengan virus tersebut.
 
Sementara itu, World Health Organization (WHO) melaporkan, pria itu pergi ke beberapa rumah sakit di Korsel dan membuka kemungkinan menyebarkan virus itu ke antara para pekerja medis dan pasien. 
 
Menurut WHO, penyakit itu memiliki masa inkubasi hingga enam hari, dan dalam kelanjutannya bisa menyebabkan pneumonia dan gagal ginjal. Sementara tingkat kematiannya bisa mencapai 38 persen. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:bencana,