Sok Jago, Amerika Malah Keok di Afganistan

Sok Jago, Amerika Malah Keok di Afganistan

Tentara AS menutup sebuah desa di provinsi Kandahar Afghanistan .(Romeo Gacad — AFP/Getty Images)

Washington – Jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei nasional di Amerika Serikat menyebutkan, rakyat Amerika menilai misi militer AS di Afghanistan telah gagal total. Dalam survei itu disebutkan, kebanyakan orang Amerika mengatakan misi militer AS mengalami kekalahan total, dan perang global "pembunuhan terbidik" Presiden AS Barack Obama dengan menggunakan "drone" telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan rakyat AS.

Menurut survei nasional oleh Pew Research Center pada penghujung Mei, 56 persen orang Amerika mengatakan sebagian besar upaya Amerika Serikat telah gagal mencapai sasarannya di Afghanistan. Sementara itu 36 persen mengatakan kebanyakan misi AS telah berhasil.

Dalam masalah prospek bagi kestabilan jangka panjang di Afghanistan, hanya 29 persen mengatakan Afghanistan akan tetap stabil setelah kepergian pasukan AS dari negeri tersebut, dibandingkan sebanyak 38 persen yang berpendapat demikian pada 2011.

Obama sebelumnya berencana mengurangi jumlah tentara AS saat ini, 9.800 personel, di Afghanistan jadi sebanyak 5.500 sampai akhir 2015 dan menarik semua tentara Amerika pada akhir 2016, saat masa jabatan presidennya berakhir.

Namun, selama kunjungan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani ke Washington pada Maret, Obama mengumumkan tak ada pengurangan jumlah tentara AS, yaitu 9.800 personel, yang saat ini ditempatkan di Afghanistan sampai akhir 2015.

Sementara itu, 80 persen orang Amerika mengatakan mereka agak khawatir bahwa serangan "drone" AS membahayakan nyawa warga sipil.

Perang pesawat tanpa awak, yang digagas segera setelah serangan 11/9 oleh mantan presiden AS George W. Bush, terus menjadi salah satu kartu andalan pemerintah Obama.

Menurut Biro Wartawan Investigasi (BIJ), organisasi nir-laba Inggris, pemerintah Obama melancarkan serangan "drone" pertamanya tak lama setelah ia memulai masa jabatan presiden pada 2009, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Meskipun ada laporan mengenai "gerilyawan fanatik" yang diduga tewas, kata kelompok itu, setidaknya 14 warga sipil juga menemui ajal pada hari itu.

Karena Pemerintah AS merahasiakan hampir semua keterangan yang berkaitan dengan serangan pesawat tanpa awak miliknya, jumlah warga sipil tak diketahui oleh masyarakat umum.

Kendati program "drone" AS diselimuti rahasia, BIJ memperkirakan, setelah mengkonfirmasi dengan media lokal, di Pakistan saja antara 423 dan 962 warga sipil --termasuk 172 sampai 207 anak-anak-- telah kehilangan nyawa.

Pada Apri, dalam tindakan yang tak pernah dilakukan sebelumnya, Obama meminta ma'af kepada keluarga dua sandera yang ditawan oleh kelompok fanatik Negara Islam dan tewas dalam operasi kotran-teror pada Januari.

Obama menyatakan kematian Warren Weinstein, warga negara Amerika, dan Giovanni Lo Porto --warga Italia-- "menyakitkan", dan mengatakan di dalam pidatonya yang ditayangkan televisi ia sangat menyesalkan apa yang terjadi. Obama berjanji akan menyelidiki kematian kedua sandera tersebut. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:perang,