Project Pop Hibur Seribu Penonton di Dago

Project Pop Hibur Seribu Penonton di Dago

Project Pop saat tampil diacara UOB Heartbeat Walk Jl Dago Bandung, Minggu (7/6/2015) foto Wa Ode

Bandung- Kelompok vokal Project Pop sudah lama tidak tampil di Bandung. Karena itu, ketika grup asal Bandung yang dimotori oleh Yossi, Ujo, Tika, Gugum, Odie, dan Oon ini didaulat oleh United Overseas Bank (UOB) pada acara "UOB Heartbeat Run/Walk" di kawasan Jl Ir H Djuanda/ Dago BAndung, Minggu (7/6/2015), anak-anak yang tak muda lagi tetapi tetap menghibur ini senangnya bukan main. 
 
Begitu di atas panggung, Project Pop langsung menghentak dengan dua lagu andalan dalam ritme ceria. Nomor "Tu Wa Ga Pat" yang diubah menjadi UOB langsung akrab ditelinga. Pemain band pengiring langsung memainkan "Tu Wa Ga Pat" dengan irama beat sehingga ratusan karyawan dan nasabah UOB yang baru saja melakukan olahraga jalan sehat seakan  memperoleh hiburan dan terlibat langsung bergoyang bersama Project Pop dalam dua lagu termasuk lagu " Dangdut Is The Music of My Country".  
 
Penonton kian larut, tak peduli muda maupun tua, ikut bergoyang dangdut hingga empat lagu seperti "Pacarku Superstrar" dan "Goyang Duyu" yang tetap dibungkus genre dangdut modern. 
Di tempat terbuka,  memang lagu-lagu dangdut amat pas menghibur dan langsung akrab baik artis maupun penonton. Komunikasi inilah yang mampu dimainkan Project Pop dengan sukses siang tadi. 
Tika  baru menyapa dengan bahasa Sunda yang sedikit belepotan setelah mereka menyelesaikan empat lagu. Maklum, Tika yang memiliki darah Batak itu memang pernah tinggal lama di Bandung ketika menimba kuliah, namun bahasa keduanya ini ternyata sudah mulai jarang dipakai setelah pulang ke Jakarta. Begini Tika merangkul penonton. 
 
"Kumaha wilujeng enjing sadayana? bade dahar? eh salah nya, atos tuang acan?" Kata Tika yang ditertawakan penonton karena bahasa Sundanya yang agak tersendat. "Udah lidah Batak mah hese dibawa ka Sunda," gurau Ujo, tetapi Tika malah terus melanjutkan sapaannya dalam bahasa Sunda sehingga acara itu amat cair penuh keakraban. 
 
Sesi berikutnya, Project Pop melintaskan sebuah lagu baru mereka yang dipetik dari album terakhirnya, "Mengapa Mengapa". Meski reaksi penonton kurang hafal dengan lagu ini, tetapi tetap saja mereka bergoyang hingga kawasan Dago itu sedikit dibuat macet. 
 
Usai melambungkan "Mengapa Mengapa" Project Pop mampu membaca pasar, maka lagu yang tengah naik daun milik penyanyi dangdut cantik dan seksi Cita Citata seperti "Sakitnya Tuh Di Sini", "Goyang Duma" diapungkan dan kembali meraih simpati penonton. Dua lagu ini nyaris dihafal habis oleh peserta "UOB Heartbeat Walk" Bandung. 
 
Masih belum puas bernyanyi bareng, Project Pop masih menyuguhkan lagu milik Hroma Irama "Kereta Malam" yang belakangan dipopulerkan kembali oleh Soimah. Tak sampai disitu, Project Pop juga ikut-ikutan kian panas bergoyang dangdut, karena itu mereka masih menyanyikan nomor "Oplosan" karya Nurbayan. Cuaca pansa kian tinggi, peluh keringat membasahi sekujur badan personel Project Pop, tetapi rupanya mereka masih belum pamit. 
 
Nomor "Bukan Superstar" nyanyian Project Pop barulah kulminasi itu terhenti, usai lagu ini, Project Pop benar-benar mohon diri. Ucapan terima kasih pun membahana di Jl Dago Bandung, pertanda pentas penggalngan dana untuk kemajuan pendidikan bagi anak yang tidak mampu itu benar-benar usai dengan sukses. Satu-satu Project Pop melambaikan tangan dan berlari di balik panggung. Penonton pun kembali berhamburan bubar dan balik kanan pulang ke rumah dengan perasaan terkesan. Bravo Project Pop Bravo UOB Heartbeat Walk Bandung.(Ode)**
.

Categories:Musik,
Tags:,