Kabinet Jokowi-JK Harus Mandiri

Kabinet Jokowi-JK Harus Mandiri

Kabinet Jokowi-JK Harus Mandiri

Jakarta - Seorang peneliti mengemukakan bahwa kabinet di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla harus berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Langkah pertama untuk menjalankan komitmen Trisakti, yakni tercermin dari kabinet Jokowi JK," kata peneliti "Indonesia for Global Justice" (IGJ) Salamudin Daeng di Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Menurut dia, kabinet Jokowi-JK harus berisi orang-orang yang secara tegas pro-rakyat dan menunjukkan sikap kritis dan anti pada dominasi asing dan membangun negara yang berdikari.

"Ringkasnya Jokowi harus mencari kandidat yang lebih baik," katanya.

Salamuddin menjelaskan, kabinet Jokowi tidak semata-mata harus bebas dari korupsi, namun mutlak harus berisikan orang-orang yang memiliki komitmen yang besar untuk menjalankan agenda kerakyatan dan melepaskan dirinya sama sekali dari rezim neoliberal dan tekanan rezim internasional.

"Pejabat menteri yang korup tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan seorang menteri yang memiliki keyakinan neoliberal. Seorang koruptor hanya mencuri anggaran negara. Tapi seorang neoliberal menjual negara kepada asing secara gelondongan," paparnya.

Menurutnya, jika seorang koruptor selalu diusulkan dihukum berat, maka seorang yang neoliberal yang terbukti berbakti, menggadaikan kedaulatan negara dan konstitusinya pada modal asing, pantas dihukum mati sebagai pengkhianat bangsa.

Sebelumnya, terkait dengan kandidat menteri Jokowi-JK yang terindikasi korupsi, Juru Bicara KPK Johan Budimenyatakan pihaknya telah memberikan tanda merah, kuning, dan merah jambu, kepada calon pembantu presiden yang telah disetorkan oleh Jokowi itu.

Namun, Johan mengklaim pemberian warna kepada sejumlah calon menteri itu berdasrkan data yang telah dipunyai KPK terhadap para calon menteri itu. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:jokowi,