Awas 'Perang Mata Uang' Semakin Mengancam

Awas 'Perang Mata Uang' Semakin Mengancam

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Bank Indonesia akan mewaspadai potensi terjadinya perang mata uang atau "currency war" yang mungkin terjadi, sebagai dampak dari rencana penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) secara berkala.

"Saya melihat tiga tahun kedepan akan terus ada currency war, karena kalau seandainya program peningkatan bunga di AS berjalan secara berkala, berdampak pada mata uang negara lain yang satu sama lain akan menjaga posisi kompetitif mata uangnya," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Senin (8/6) malam.

Perang mata uang, adalah suatu kondisi di mana masing-masing negara "sengaja" untuk melemahkan mata uangnya terhadap mata uang negara lain. Hal itu bertujuan untuk mempermudah ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan.

Agus menjelaskan, saat ini kondisi global sedang mengalami fenomena penguatan dolar AS yang menyebabkan terjadinya depresiasi nilai mata uang di berbagai negara berkembang. Secara ekonomi ini menimbulkan risiko dalam jangka panjang.

"Ini semua lebih disebabkan dari tekanan kita sendiri. Namun ini semua reaksi dari perkembangan risk on dan risk off di luar negeri. Saya melihat, kita memang harus menghadapi ini dengan baik dan waspada," katanya.

Untuk itu, ia kembali menegaskan dalam jangka pendek dan menengah, BI berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan demikian para pelaku pasar tidak memiliki kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan.

"Kalau ada tekanan ekstrem, kita menjaga agar volatilitasnya ada dalam batas yang dapat diterima untuk meraih kepercayaan pasar. Pasar harus tahu BI selalu ada untuk menjaga stabilitas (rupiah)," tegas Agus. 

Terkait pergerakan rupiah yang cenderung terus melemah hingga pertengahan tahun, Agus memperkirakan rupiah bisa kembali stabil setelah Juni dengan rata-rata sepanjang tahun 2015 pada kisaran Rp 13.000-Rp 13.200 per dolar AS. (Jr.)**

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,