Hanura Tidak Mau Campuri Urusan "Reshuffle" Kabinet

Hanura Tidak Mau Campuri Urusan

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, usai membuka Workshop Nasional DPRD Kabupaten/Kota Partai Hanura di Jakarta, Senin (8/6/2015) malam.(Foto: Dudung/cikalnews)

Jakarta-Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Yang mengetahui buruk atau tidaknya kinerja suatu menteri adalah Presiden sendiri. Hanura tidak mau merecoki. Demikian diucapkan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, usai membuka Workshop Nasional DPRD Kabupaten/Kota Partai Hanura di Jakarta, Senin (8/6/2015) malam.


Wiranto  menegaskan, pihaknya tidak akan  merecoki Preiden Joko Widodo  mengusulkan reshuffle kabinet. Alasannya, yang mengetahui buruk atau tidaknya suatu menteri adalah Presiden sendiri.

"Partai Hanura tidak mempunyai misi untuk  mengerocoki Presiden Jokowi dengan hal-hal semacam itu," tegas Wiranto.

Reshuffle kabinet menurut Wiranto tidak perlu diusulkan atau didorong. Karena Presiden Jokowi sudah faham dan mengetahui siapa-siapa saja menteri yang bakal diganti. Untuk mengganti menteripun merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak bisa diganggu gugat.

"Presiden punya hak prerogatif  menyusun kabinet, mengangkat dan memberhentikan menteri," ujar Wiranto.

Saat ditanya apakah kader Partai Hanura yang saat ini duduk di Kabinet Kerja siap untuk di reshuffle, dengan nada tinggi Wiranto mengatakan, dirinya tidak mengetahui. "Semoga tidak diganti," katanya.

Saat ini ada dua kader Partai Hanura yang menjadi anggota Kabinet Kerja yakni, Saleh Husin yang diangkat Menteri Perindustrian dan Yuddy Chrisnandi yang ditunjuk menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.(Ode)**

.

Categories:Politik,
Tags:,