7 Saksi Diperiksa Intensif Terkait Kematian Angeline

7 Saksi Diperiksa Intensif Terkait Kematian Angeline

Denpasar - Sedikitnya tujuh orang saksi diperiksa secara intensif oleh Kepolisian Daerah Bali, atas dugaan kematian tak wajar Angeline. Bocah 8 tahun itu ditemukan tewas terkubur di belakang rumah ibu angkatnya.

 
"Sedikitnya ada tujuh saksi yang sudah kami periksa saat ini, yakni ibu angkat Angeline, Margareta, kakak tiri Angeline, satu orang pembantu, satu penjaga rumah dan dua orang yang ngekos di rumah itu," kata Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Rabu (10/6/2015).

Disebutkan, ketujuh saksi tersebut dianggap dekat dengan korban, sehingga seluruh informasi dari mereka sangat dibutuhkan untuk pengembangan penyelidikan lebih jauh atas kematian Angeline.

Ronny pun tak menampik, jika sejak dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, pihak kepolisian sempat kerepotan dengan sikap tertutup keluarga angkat Angeline. "Sejak awal kita sudah melakukan pemeriksaan. Namun memang ada kendala,  yang salah satunya sikap resisten dari pemilik rumah," kata Ronny.

Sejauh ini, Ronny enggan memastikan lebih jauh dugaan perlakuan tak wajar yang terdapat pada jasad Angeline. Ia mengaku masih menunggu laporan resmi dari RSUP Sanglah Denpasar, atas hasil otopsi terhadap tubuh Angeline.

"Nanti jika bekas penganiayaan memang bisa ditemukan dari otopsi. Ini juga akan kita pertanyakan pada orang yang kita curigai. Apakah ini yang menyebabkan kematian Angeline, dokter yang paling mengetahui," tegasnya.

Seperti diberitakan, Angeline salah seorang siswi kelas III Sekolah Dasar di Sanur Bali, yang ditemukan tewas terkubur di belakang rumahnya. Pengakuan polisi, ada bekas jeratan tali di lehernya.  Hingga kini, jasad Angeline masih diotopsi oleh RSUP Sanglah Denpasar, untuk memastikan penyebab kematian bocah tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,