1.297 Warga Sipil Tewas di Yaman

1.297 Warga Sipil Tewas di Yaman

New York - Sebanyak 1.297 warga sipil telah tewas dan 3.227 orang lagi cedera di Yaman akibat konflik antara 26 Maret dan 7 Juni, kata Juru Bicara Stephane Dujarric kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, Kamis (11/6/2015) WIB.

Ia mengutip jumlah paling akhir yang dikeluarkan oleh Kantor PBB bagi Komisaris Tinggi Urusan Pengungsi (OHCHR).

"Sementara itu, gudang kantor kesehatan di Kota Taizz dihantam bom kemarin, dan menghancurkan ribuan perangkat medis, kelambu dan pasokan lain kesehatan, kata mitra kemanusiaan," kata Dujarric dalam taklimat harian.

Keterangan mengenai jumlah korban jiwa tak mudah dikumpulkan mengingat tak stabilnya kondisi di lapangan dan kurangnya upaya terorganisir untuk mendaftar korban, kata beberapa laporan.

PBB telah berulangkali menekankan banyak orang yang cedera dan tewas tak melalui instalasi kesehatan. Itu berarti jumlah korban jiwa yang sesungguhnya mungkin lebih banyak.

PBB tak pernah menghentikan upaya untuk membawa semua pihak yang berperang ke meja perundingan sementara kerusuhan meningkat di Yaman selama beberapa bulan belakangan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Pembicaraan perdamaian yang diperantarai PBB berlangung di Jenewa, Swiss, pada 14 Juni, dengan tujuan mengakhiri berpekan-pekan konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Krisis kemanusiaan di Yaman telah digambarkan sebagai "bencana" oleh PBB; 20 juta warga sipil --80 persen penduduk Yaman-- memerlukan bantuan.

Pengumuman itu dikeluarkan saat saksi mata melaporkan pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang gerilyawan Yaman dan sekutu mereka di Sana'a, dalam serangan pertama terhadap Ibu Kota Yaman, yang dikuasai gerilyawan sejak berakhirnya jeda kemanusiaan lima-hari pada Ahad.

Koalisi pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap posisi gerilyawan sejak akhir Maret dalam upaya memulihkan kekuasaan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang kini hidup di pengasingan dan berpusat di Riyadh, Arab Saudi.

Yaman telah dirongrong kebuntuan politik sejak 2011, ketika protes massa memaksa presiden Ali Abdullah Saleh meletakkan jabatan.

Pembicaraan perujukan tiga-tahun gagal menyelesaikan krisis tersebut, tapi menciptakan kevakuman besar kekuasaan yang dapat menguntungkan kelompok tangguh Al-Qaida di Jazirah Arab dan kelompok fanatik lain.

Yaman adalah pangkalan Al-Qaida di Jazirah Arab, faksi tangguh kelompok gerilyawan yang telah melancarkan serangan bunuh diri terhadap pendukung kelompok Syiah, Al-Houthi.

Sementara itu, kelompok Negara Islam --yang juga dikenal dengan nama ISIL atau ISIS, mulai merebut wilayah di negeri tersebut. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:perang,