Adu Jotos Warnai Eksekusi Lahan di Jalan Stasiun Barat

Adu Jotos Warnai Eksekusi Lahan di Jalan Stasiun Barat

Warga mengamuk saat akan dieksekusi aparat di Jalan Stasiun Bandung Kamis (11/6/2015).(TrisDoddy/Cikalnews)

Bandung - Penggusuran puluhan bangunan kios warga di sekitar Jalan Stasiun Barat Kota Bandung berujung ricuh. Ratusan warga melawan saat aparat TNI, Polri dan Polsuska akan mengeksekusi lahan yang diklaim milik PT KAI tersebut.

Pantauan CikalNews.com di lapangan, adu jotos dan lemparan batu pun terjadi, ketika warga mencoba mempertahankan kios dan rumah yang akan diratakan oleh pihak PT KAI dengan bantuan aparat kepolisian dan TNI, Kamis (11/6/2015) siang.

Keadaan semakin memanas ketika warga yang terus berdatangan turut membantu mereka yang jumlahnya semakin banyak. Dengan demikian, aparat pengamanan pun lebih memilih untuk mundur.

Dani (37), salah seorang warga yang tidak terima atas eksekusi PT KAI tersebut mengatakan, penggusuran tersebut dinilai warga cacat hukum. Hal itu memberatkan warga dan pedagang yang ada di sekitar jalan Stasiun Barat tersebut. " Pihak PT KAI telah arogan melakukan pengosongan paksa tanpa bukti - bukti formal yang jelas," ungkapnya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Selain itu menurutnya, setiap kali dilakukan pertemuan antara pihak PT KAI dan warga, PT KAI tidak memiliki bukti surat - surat kepemilikan tanah stasiun yang sah. "Mereka ga punya bukti yang kuat, tapi tetap memaksa warga untuk pergi, padahal warga tetap bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangungan)," bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi Jalan Stasiun Barat kembali kondusif setelah dilakukan pendekatan oleh pihak kepolisian dengan penghuni kios - kios milik warga yang semula tutup kembali buka. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,