MERS di Korsel Merajalela, Total Serang 126 Penderita

MERS di Korsel Merajalela, Total Serang 126 Penderita

Seorang wanita, diyakini terinfeksi dengan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), terbaring diatas brankar ruang karantina rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Senin (1/6/15). (REUTERS/Park Jung-ho/News1)

Seoul  - Kementerian Kesehatan Korea Selatan, Jumat (12/6/2015) melaporkan empat kasus baru Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), sehingga keseluruhan menjadi 126 kasus. Hal itu merupakan wabah terbesar di dunia di luar Arab Saudi.

Seperti dilaporkan Reuters, sedikitnya sepuluh orang yang dinyatakan positif virus MERS telah meninggal dunia, meski semua penderita memiliki riwayat penyakit yang serius. Sementara itu, pada Kamis jumlah warga Korsel yang didiagnosis terserang MERS sebanyak 122 orang.
 
Wabah MERS di Korea Selatan dilaporkan makin merajalela hingga menyebabkan pendapatan pusat perbelanjaan di Korea Selatan turun drastis, akibat masyarakat ketakutan terhadap virus Sindroma Pernapasan Timur Tengah itu. 
 
Kondisi itu membuat orang-orang enggan berbelanja keluar rumah, namun pemerintah memperkirakan pembelian secara online meningkat. Presiden Park Geun-hye menunda kunjungan ke AS untuk mengawasi penanganan virus yang kembali menelan dua korban jiwa juga dilaporkan dalam 13 kasus baru, sehingga total penderita bertambah menjadi 108 jiwa.

Menurut data, penjualan pusat perbelanjaan pada periode ini turun 25 persen dari rata-rata penjualan dua pekan pertama Mei. Penjualan di toko diskon turun 7,2 persen, namun penjalanan online meningkat 3,2 persen.

Penjualan tiket bioskop turun 54,9 persen pada pekan pertama Juni dibandingkan dengan tahun lalu. Pengunjung taman bermain pun turun 60,4 persen dan penonton pertandingan baseball turun 38,7 persen. Museum dan galeri seni mengalami hal serupa dengan penurunan pengunjung, masing-masing 81,5 persen dan 48,3 persen.

Menteri Keuangan Choi Kyung-hwan meminta warga Korea Selatan agar tidak terlalu khawatir dan mendesak konsumen untuk terus berbelanja. 
.

Categories:Internasional,
Tags:,